BeritaKaltim.Co

Aksi 4 Mei Kawal Hak Angket DPRD Kaltim, Ribuan Massa Dijadwalkan Turun ke Jalan

BERITAKALTIM.CO – Rencana pengguliran hak angket oleh DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini masih menemui jalan buntu. Proses yang sebelumnya diprediksi berjalan cepat justru melambat, memicu berbagai spekulasi publik terkait kemungkinan adanya hambatan di balik layar.

‎Ketua Ika Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (IKA Faperta Unmul), Fahrizal menjelaskan bahwa kepastian jadwal rapat paripurna terkait hak angket ini baru akan terungkap pada Senin, 4 Mei 2026 hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Pimpinan (Rapim) dan Badan Musyawarah (Banmus) yang digelar pada Kamis (30/4/2026) malam.

‎Lebih lanjut, seiring dengan momentum ini, gelombang aksi dari mahasiswa dan masyarakat direncanakan pada tanggal 4 mei yang akan berlangsung di depan Gedung DPRD Kaltim aksi dijadwalkan dimulai pada sore hari, dengan perkiraan massa mencapai 2.000 hingga 2.500 orang dari berbagai elemen.

‎Selain itu, massa aksi juga berencana mengawal jalannya rapat yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.00 WITA. Mereka menuntut agar rapat ini dapat disiarkan secara langsung agar masyarakat luas dapat memantau proses pembahasan secara terbuka.

‎Fahrizal mengatakan bahwa Aliansi Rakyat Kaltim, yang terdiri dari gabungan mahasiswa dan masyarakat sipil, menegaskan pentingnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan terkait hak angket.

‎“Kami minta jangan ada transaksi politik di balik hak angket. Ini soal kepercayaan publik. Rakyat sedang melihat apakah DPRD benar-benar mewakili suara mereka atau justru tunduk pada kepentingan elit,” ujar Fahrizal pada saat diskusi bersama masa aksi pada Minggu (3/5/2026)

‎Selain mengawal isu hak angket, massa juga membawa sejumlah tuntutan lain, di antaranya mendorong kesejahteraan buruh, revisi undang-undang ketenagakerjaan, serta menuntut pendidikan yang adil dan keselamatan pelajar di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

‎Mahasiswa turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah.

‎“Sudah saatnya masyarakat dan mahasiswa bersatu untuk memperjuangkan kepentingan daerah kita sendiri,” ucapnya.

‎Aksi ini diperkirakan menjadi salah satu momentum penting dalam mengawal proses politik di DPRD Kaltim, sekaligus menguji komitmen wakil rakyat terhadap aspirasi publik.

SANDI | WONG

Comments are closed.