BERITAKALTIM.CO’ Di tengah aktivitas padat pembangunan di Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot, Kabupaten Paser, upaya memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan terus dikebut. Proyek yang digarap PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik antarprovinsi.
Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), pembangunan kini difokuskan pada percepatan Extension 2 Line Bay arah GI Sei Durian. Proyek ini berperan penting sebagai jalur alternatif interkoneksi listrik antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan yang selama ini masih bergantung pada satu jalur utama.
Saat ini, konstruksi telah memasuki tahap krusial berupa pemasangan (erection dan installation) berbagai peralatan utama. Di antaranya Disconnecting Switch (DS), Circuit Breaker (CB), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), hingga Lightning Arrester (LA). Seluruh perangkat dipasang dengan tingkat presisi tinggi untuk menjamin kualitas dan keandalan sistem.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan listrik di Kalimantan.
“Selama ini sistem transmisi Kalsel–Kaltim bertumpu pada jalur GI Tanjung ke GI Kuaro. Dengan tambahan jalur dari GI Grogot ke GI Sei Durian, sistem akan lebih fleksibel. Jika terjadi gangguan di satu jalur, jalur lainnya bisa menjadi penopang sehingga risiko pemadaman dapat diminimalisir,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, yang menegaskan bahwa proyek ini mengedepankan standar keselamatan dan ketelitian tinggi.
“Ini pekerjaan presisi. Mulai dari pemasangan struktur hingga peralatan sensitif, semuanya melalui prosedur ketat. Setiap tahapan diuji sebelum masuk proses energize, agar hasilnya benar-benar andal dan tahan lama,” jelasnya.
Proyek yang dikerjakan oleh konsorsium KSO Usaha Bakti Perkasa – PT Mahameru Energi Semesta ini menunjukkan progres positif sejak dimulai pada pertengahan April 2026.
Keberadaan Extension 2 Line Bay GI Grogot bukan hanya menambah infrastruktur kelistrikan, tetapi juga menjadi simbol penguatan sistem energi di Kalimantan. Dengan interkoneksi yang lebih andal, pasokan listrik diharapkan semakin stabil mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kalimantan.
NIKEN | WONG
Comments are closed.