BERITAKALTIM.CO – Transformasi digital di sektor pendidikan mulai dirasakan langsung oleh tenaga pendidik di Kota Bontang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memanfaatkan teknologi dalam penyusunan soal ujian, yang kini dapat dilakukan jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.
Program ini telah diterapkan di sejumlah sekolah, di antaranya SD YPK 1 dan SD 01 Bontang Selatan. Melalui bimbingan teknis (bimtek), para guru diperkenalkan pada sistem digital yang mampu membantu proses pembuatan soal hanya dalam hitungan menit.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin mengatakan bahwa teknologi ini sangat membantu guru dalam mengurangi beban kerja administratif.
“KeKalau dulu itu kan bikin soal bisa sampai berminggu-minggu sekarang 20 menit sudah bisa selesai dan ini juga memudahkan guru,” ucapnya, Rabu (6/6/2026).
Melalui digitalisasi AI ini, guru cukup memasukkan subjudul materi serta jumlah soal yang diinginkan ke dalam sistem. Selanjutnya, sistem secara otomatis akan menghasilkan berbagai bentuk soal lengkap dengan kunci jawaban.
“Begitu data dimasukkan, sistem langsung menampilkan soal beserta kunci jawabannya. Jadi prosesnya jauh lebih praktis,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus kualitas pembelajaran di kelas.
Ke depan, program ini ditargetkan dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh sekolah di Bontang. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong percepatan digitalisasi pendidikan di Indonesia.
“Kami menargetkan semua guru di Bontang bisa menguasai sistem ini. Apalagi dari hasil rakernas PGRI, pemerintah pusat juga mendorong pelatihan digital bagi jutaan guru di Indonesia,” tandasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.