BERITAKALTIM.CO-Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat dinilai dapat menjadi solusi, untuk mengatasi persoalan daya tampung sekolah dan angka putus sekolah di Kota Balikpapan yang setiap tahun menjadi polemik saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh program tersebut, karena dinilai sejalan dengan kebutuhan sektor pendidikan di daerah.
“Ini program pemerintah pusat. Mau tidak mau pemerintah daerah harus mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat. Dan ini sangat baik membantu kita di daerah, terutama terkait pendidikan,” ujar Hamid, pada hari Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat dapat membantu mengurai persoalan klasik yang hampir setiap tahun muncul saat penerimaan siswa baru, khususnya keterbatasan kuota sekolah negeri di Balikpapan.
“Tujuan dibangunnya Sekolah Rakyat ini untuk mengurai polemik SPMB yang tiap tahun selalu menjadi persoalan di masyarakat. Ini sangat membantu kami di daerah,” katanya.
Hamid menilai program tersebut juga memberi peluang bagi anak-anak putus sekolah maupun keluarga kurang mampu, untuk tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Ia menyebut, meskipun sekolah negeri di Balikpapan saat ini telah menerapkan pendidikan gratis, kapasitas sekolah yang terbatas masih menjadi kendala utama.
“Sekolah negeri di Balikpapan memang masih kurang, karena itu Sekolah Rakyat ini tepat untuk membantu masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Menurut Hamid, pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Balikpapan Utara atau Balikpapan Timur dinilai strategis, karena wilayah tersebut masih membutuhkan tambahan fasilitas pendidikan seiring pertumbuhan jumlah penduduk.
“Kalau dibangun di wilayah Utara atau Timur sangat tepat, karena daerah pinggiran kota memang masih membutuhkan fasilitas pendidikan tambahan,” ucapnya.
Ia menegaskan, program Sekolah Rakyat harus benar-benar tepat sasaran dan diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga kurang mampu dan anak-anak yang berisiko putus sekolah.
“Sekolah Rakyat ini memang bentuk kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat yang membutuhkan. Harapannya bisa membantu anak-anak yang terkendala biaya maupun akses pendidikan,” ujarnya.(*)
Comments are closed.