BERITAKALTIM.CO – Sebanyak 128 atlet panjat tebing cilik bersaing ketat dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur tingkat Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Venue Sport Climbing, Gelora Kadrie Oening, Samarinda.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri saat membuka kegiatan, Rabu, menegaskan bahwa olahraga panjat tebing bukan sekadar soal kemenangan, melainkan juga pembentukan karakter dan mental atlet.
“Olahraga bukan hanya tentang potensi dan kemenangan, tetapi juga pembentukan karakter. Membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang saling berkolaborasi untuk memenangkan suatu kejuaraan,” ucap Saefuddin.
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk membina atlet muda Kaltim agar terus berkembang dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi dan dengan fasilitas panjat tebing yang sudah memadai dan bertaraf internasional, ia berharap para atlet semakin serius berlatih demi meraih prestasi.
“Tinggal atlet-atletnya terus berlatih dan menjaga semangat. Jika tidak berlatih terus-menerus, fisik dan mental bisa terkikis. Semoga dari kejuaraan ini nanti lahir atlet nasional,” tuturnya.
Saefuddin juga mengapresiasi Pengprov FPTI Kaltim beserta seluruh panitia yang telah menyiapkan kegiatan tersebut. Menurutnya, Kejurprov bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembinaan, pengembangan bakat, hingga mempererat persaudaraan antardaerah di Kaltim.
Ketua Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltim Elly Luchritia Nova menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan pilar penting dalam pembinaan usia dini. Tujuannya adalah mencetak generasi atlet yang tangguh, bermental baja, dan sarat prestasi di masa depan.
“Kami percaya olahraga panjat tebing bukan hanya soal kekuatan fisik. Lebih dari itu, olahraga ini menguji keberanian, fokus, mental juang, serta semangat pantang menyerah dalam mencapai puncak prestasi,” ungkap Elly.
Kejurprov yang berlangsung hingga 16 Mei ini juga menyajikan warna baru dengan menggandeng komunitas fotografi lokal lewat lomba fotografi panjat tebing.
Elly memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi visual tersebut. Menurutnya, lensa kamera para fotografer Kaltim akan mampu mengabadikan esensi perjuangan dan dinamika emosi para atlet di papan panjat.
Secara teknis, kompetisi ini menjadi panggung unjuk gigi bagi perwakilan dari sembilan kabupaten dan kota se-Kaltim. Para atlet muda putra dan putri tersebut akan memperebutkan medali pada 22 nomor tanding yang terbagi ke dalam empat kategori utama: speed classic, speed world record, lead, dan boulder.
Di sisi lain, ajang ini memikul misi strategis sebagai jembatan menuju kompetisi yang lebih tinggi. Sekretaris FPTI Kaltim Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa Kejurprov ini menjadi barometer seleksi sekaligus persiapan matang menjelang Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XX FPTI 2026.
Kompetisi nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Juni 2026 di Jakarta International Climbing Wall Park.
Senada dengan itu, Event Delegate (ED) Kejurprov Herman Tri Haryadi memastikan jalannya kompetisi akan mengacu pada standar yang ketat. Meski menggunakan pedoman kompetisi tahun 2025, ia optimistis seluruh kontingen sudah memahami regulasi secara mendalam.
“Kami berharap seluruh rangkaian Kejurprov ini berlangsung aman, tertib, dan mampu menjaring bibit-bibit potensial yang siap bersinar di level nasional,” jelas Herman.
Melalui sinergi kompetisi yang kompetitif dan pembinaan yang solid, FPTI Kaltim optimistis olahraga panjat tebing Benua Etam akan terus melahirkan suksesor yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
ANTARA | WONG
Comments are closed.