BeritaKaltim.Co

Latihan Singkat, Pelajar SDN 008 Bontang Utara Tetap Tembus Tiga Besar FLS3N Pantomim

BERITAKALTIM.CO – Keterbatasan waktu latihan tidak menghalangi dua pelajar SDN 008 Bontang Utara, Justin dan Satya, untuk meraih juara tiga cabang pantomim dalam Festival Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Bontang 2026.

Dalam penampilannya, keduanya mengangkat tema tentang semangat pantang menyerah dalam menyelesaikan tugas sekolah. Pesan tersebut disampaikan melalui pertunjukan berdurasi enam menit yang mengandalkan kekuatan ekspresi dan gerak tubuh.

Guru pendamping, Siti Ernawati, mengungkapkan bahwa persiapan timnya terbilang cukup singkat dibandingkan peserta lain. Hal ini karena salah satu siswa juga mengikuti kegiatan lain sehingga waktu latihan menjadi terbatas.

“Latihan intens kami sebenarnya tidak lama, hanya sekitar dua minggu. Tapi anak-anak sudah punya dasar, jadi tinggal kami poles lagi gerakan dan ekspresinya,” ujarnya saat ditemui di Sport Center Lok Tuan, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, tantangan utama dalam pantomim bukan hanya pada gerakan, tetapi bagaimana pemain mampu menghidupkan cerita melalui ekspresi wajah yang detail.

“Yang paling kami tekankan itu ekspresi. Gerakan bisa dilatih, tapi menyampaikan emosi lewat mimik wajah itu butuh latihan yang lebih dalam,” jelasnya.

Selain itu, keselarasan antara gerakan dan alur cerita juga menjadi perhatian agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton maupun juri.

“Anak-anak kami dorong untuk benar-benar memahami cerita yang mereka bawakan, supaya setiap gerakan punya makna dan tidak sekadar tampil,” tambahnya.

Meski dihadapkan pada persaingan yang cukup ketat, ia mengaku tetap bersyukur timnya mampu mempertahankan posisi di tiga besar, melanjutkan tren positif dalam dua tahun terakhir.

Ke depan, pihak sekolah berencana melakukan pembinaan lebih awal dengan menjaring siswa sejak kelas bawah agar persiapan bisa dilakukan lebih matang pada ajang berikutnya.

“Saya sempat ragu karena penampilan peserta lain juga kuat, tapi ternyata apa yang ditampilkan anak-anak bisa dipahami dan diapresiasi juri,” tutupnya.

 

Lia Abdullah | Wong | ADV

Comments are closed.