BERITAKALTIM.CO – Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengatakan bahwa seluruh pihak tidak boleh diam, saat merespons kabar aktivis hingga jurnalis warga negara Indonesia (WNI) diculik oleh Israel dalam misi kemanusiaan untuk Gaza.
Menurut dia, negara atau Pemerintah Indonesia harus hadir secara penuh untuk melindungi setiap WNI di mana pun.
“Kita tidak boleh diam ketika warga negara Indonesia yang membawa bantuan kemanusiaan justru menghadapi tindakan represif,” kata Amelia dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dia pun mengecam keras penangkapan sejumlah WNI tersebut oleh militer Israel.
Menurut dia, penahanan terhadap relawan dan jurnalis sipil di laut internasional bukan hanya persoalan diplomatik, tetapi juga menyangkut prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.
“Keselamatan, akses komunikasi, dan kepastian hukum mereka harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia,” kata dia.
Dia pun mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta seluruh misi diplomasi internasional bergerak cepat untuk memastikan kondisi para WNI yang ditangkap tetap aman dan segera mendapatkan pembebasan.
Sebelumnya, Menlu RI Sugiono memastikan Indonesia telah berkoordinasi dengan perwakilan RI di Timur Tengah serta negara-negara sahabat yang warga negaranya berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla (GSF) yang diserang Israel.
Koordinasi intensif tersebut, kata dia, ditempuh demi memastikan keselamatan 9 warga negara Indonesia yang terkonfirmasi diculik oleh Israel yang menyergap konvoi pelayaran kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut pada awal pekan ini.
“Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki,” kata Sugiono saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.
ANTARA | WONG
Comments are closed.