TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.COM – Kepala Dinas Pertanian, Ir H Ilyas Nasir MM mengungkapkan, menurut berdasarkan hasil evaluasi Bappenas terhadap kinerja Kaltim, dalam hal pertumbuhan ekonomi dan pengangguran pada beberapa tahun yang lalu, menunjukkan dalam benchmark rata-rata nasional, posisi Kaltim termasuk dalam kelompok perekonomian yang tumbuh berkembang, dan diyakini secara perlahan menciptakan lapangan kerja.
“ Menurut saya, persoalan ini membutuhakan solusi, atau membutuhakan terobosan baru, sebagai mana apa yang disampaikan Bupati, yakni lapangan kerja di berbagai sector, yang mampu mengelola sumber daya alam yang dinimiliki daerah masing – masing,” ujarnya, Jum’at (17/6) kemarin.
Kata Ilyas, untuk menjawab tantangan tersebut, Kabupaten Berau mempunyai jawaban, dan hal ini sudah terbukti mampu menyerap tenaga kerja puluhan hingga ratusan orang. Salah satuhnya adalah dengan menggerakkan sektor yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.Diantaranya pertanian, yang memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di Berau.
Hal ini sekaligus merupakan jawaban terhadap transformasi ekonomi menuju Visi Kaltim 2030, dimana sektor pertanian akan menjadi sektor penting penentu pertumbuhan ekonomi di Berau ujarnya.
“Masa depan Kaltim, khuususnya Berau akan diperkuat oleh berbagai kegiatan pertanian baik skala kecil (tradisional) maupun skala industri. Sejak 2009 lalu secara perlahan telah mulai dilakukan berbagai upaya perkuatan daya saing berbasis sumber daya lokal berkelanjutan, menuju ekonomi berbasis sumber daya alam,” ungkapnya.
Namun, trend yang terjadi saat ini, lahan-lahan potensi pertanian banyak yang mengalami konversi ke lahan terbangun maupun lahan pertambangan dan perkebunan. Berkurangnya lahan pertanian beririgasi teknis menyebabkan produktivitas pertanian menjadi stagnan.
Pasokan air yang mengairi lahan pertanian semakin berkurang.
Banyak waduk dan saluran irigasi yang dibangun namun tidak terpelihara dengan baik, ditambah lagi isu pemanasan global yang semakin mengurangi pasokan air yang dialirkan dari pegunungan ke lahan pertanian.
“ Itu yang terjadi di daerah lain, alhamdulilah lahan untuk pertanian di Berau masih sangat menjanjikan,” tegas Ilyas.
Kendati demikian, kata Ilyas, pihaknya terus berusaha meningkatkan produktivitas sektor pertanian dalam arti luas. Hal itu harus didukung dengan pemantapan dan optimalisasi infrastruktur pendukung ketahanan pangan, seperti sarana dan prasarana pengairan, serta pengelolaan jaringan irigasi dan rawa. Jelasnya. #MAR
Comments are closed.