BeritaKaltim.Co

Hetifah Cek Warga Perbatasan yang diberi Bantuan Sosial dari Malaysia

NUNUKAN, BERITAKALTIM.com – Bukan hanya warga usia produktif 18 tahun dan lansia saja yang mendapat bantuan BR1M di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Tetapi status janda maupun duda ternyata juga mendapat tunjangan yang diberikan oleh pemerintah Malaysia bagi warga di wilayah perbatasan yang memiliki IC (Identitiy Card) atau KTP Malaysia.

“Banyak warga di wilayah perbatasan yang mendapat tunjangan janda atau duda itu. Tidak bisa disangkal itu,” ujar Anggota DPRD Nunukan dari Lumbis Ogong, Ramli, Selasa (02/08/2016).

Untuk mendapatkan tunjangan BR1M sebesar 500 ringit Malaysia atau setara dengan 1,6 juta rupiah tersebut, warga perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong yang berstatus janda maupun duda selain harus ber KTP Malaysia juga harus memiliki setidaknya 1 anak.

Pemberian BR1M warga perbatasan berbeda-beda. Untuk Lansia berupa tunjangan 600 ringgit dan tunjangan sebesar 1000 ringgit bagi usia produktif 18 tahun.

”Janda atau duda bisa saja mendapat tunjangan dobel kalau status janda atau duda usia produktif,” imbuh Ramli.

Terkait mudahnya warga perbatasan mendapatkan KTP dan mendapatkan tunjangan dari pemerintah Malaysia, Anggota Komisi II Hetifah Syaifudian dangan BNPP melakukan kunjungan ke beberapa desa di wilayah perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong. Dari hasil kunjungan yang mirip investigasi ke wilayah perbatasan pemerintah bisa mengambil kebijakan terhadap permasalahan di wilayah perbatasan.

“ Kita cek situasinya dulu. Kita membuat kebijakan apapun harus berdasarkan bukti-bukti. Semua kementerian harus sudah siap menerima rekomendasi kami atas temuan temuan kita besok,”ujar Hetifah. #dhim

Comments are closed.