SAMARINDA.BERITAKALTIM.COM-Kondisi Jalan Marsda Abdurahman Saleh (dulu Jalan Kehewanan) di depan Kecamatan Samarinda Ilir jadi buah bibir netizen di akun Bubuhan Samarinda. Jalan yang tak kunjung selesai perbaikannya sejak dua tahun lalu itu, di like 1.100 netizen dan bagikan sebanyak 32 kali, serta dikomentari 318 kali.
Kalau melihat kondisi jalan tersebut saat ini, semula, sepertinya jalan itu hendak ditinggikan, tapi yang terealisir baru bahu jalan atau trotoar ditinggikan lebih kurang 30 cm, tapi badan jalannya sendiri belum, sehingga terlihat seperti saluran air.
Netizen menyebut jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun yang naik kendaraan doda dua maupun roda empat, utamanya saat hari hujan sebab, antara bibir trotoar dengan badan jalan tidak kelihatan. “Jalan tersebut sudah mecelakakan banyak pengendara motor,” kata Misman yang tinggal di permukiman di Jalan A Saleh tersebut.
Panjang jalan yang belum diperbaiki alias ditinggikan tak terlalu panjang, bahkan diperkirakan hanya mencapai 800 meter, tapi tak ada inisiatif lurah dan camat meminta Pemkot Samarinda menyelesaikan perbaikannya.
Netizen juga menyesalkan anggota DPRD Samarinda dari Dapil Samarinda Ilir dan partai politik yang mempunyai kursi di DPRD Samarinda tak mempedulikan jalan Abdurahman Saleh tersebut. “Tunggu aja dekat dekat pilkada lagi, Bakal jadi “rebutan” parpol itu jalan.,” komentar Pratama Riandah di akunnya.
Sedangkan netizen lain menerangkan, saat hari hujan atau tak hujan, pengendara motor lebih memilih trotoar untuk digunakan, tapi saat hujan lebat dan badan jalan tergenang air, pengendara lebih memilih menghindari Jalan Abdurahman Saleh karena takut terperosok lubang atau menabrak bibir trotoar.
Sebaliknya yang sinis mengirim komentar jalan tersebut cocok dijadikan obyek wisata, atau dijadikan tempat budidaya ikan lele.#into
Versi cetak artikel ini terbit di SKH Kalpost, edisi 21 September 2016
Comments are closed.