BeritaKaltim.Co

Muharram Tinjau Jalan Raden Ayoeb dan Temui Warga

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO-Bupati Muharram meninjau jalan Raden Ayoeb yang akan segera dperbaiki dan tahun ini pemerintah pusat telah memprogramkan perbaikan dengan alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Mengingat statusnya yang masuk dalam jalan nasional. Tentu dukungan ini mendapat sambutan dari pemerintah daerah untuk secepatnya direalisasikan.
Perbaikan jalan ini pun sangat mendesak. Mengingat, warga yang bermukim dan melintas di sepanjang jalan ini selalu merasakan genangan air pada saat hujan turun. Apalagi jalan tersebut sering dilalui oleh kendaraan-kendaraan besar yang membuat kerusakan jalan semakin parah. “Kita harap bisa secepatnya realisasi program perbaikan ini, sehingga masyarakat nyaman saat lewat,” katanya.
Sementara mengenai kendala yang saat ini dihadapi pemerintah dalam perbaikan ini, terkait keberatan dari beberapa warga yang tidak mau merelakan sebagian kecil tanahnya untuk kepentingan umum. Bupati Muharram telah menggelar pertemuan dengan warga di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Senin (23/4), lalu yang ditindaklanjuti dengan peninjauan ke lapangan. Dalam pertemuan itu, Muharram meminta pengertian warga, untuk merelakan sebagian tanahnya dibangun drainase.
Pasalnya, menurut Muharram, dalam batang tubuh APBD Berau, tidak ada mata anggaran untuk ganti rugi, terutama jika menyangkut kepentingan publik. “Jadi minta keiklasan warga merelakan sebagian tanahnya untuk pembangunan drainase. Kalau jalan ini bagus maka warga juga yang akan menikmati,” ujarnya.
Ruas jalan ini merupakan kewenangan satuan kerja wilayah II BPJN XII Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Perbaikannya menggunakan anggaran dari pemerintah pusat, karena itu, sebelum peningkatan jalan dan pembangunan drainase dilakukan, perlu kejelasan status lahan.
Disampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Berau, Rahmad, bahwa pemerintah akan melakukan perbaikan jalan tersebut secepatnya. Saat ini pihaknya juga telah menurunkan sejumlah alat berat untuk mempermudah pekerjaan nantinya. “Yah kita harap bisa segera dilelang dan dikerjakan. Ini merupakan peluang kita yang harus direalisasikan, karena perbaikan ini menjadi salah satu prioritas dari kementerian. Saat ini ada empat daerah di Indonesia yang masuk dalam program pelebaran jalan tersebut, yang tiga kemungkinan dipending. Berau saja yang masuk prioritas karena sudah sangat mendesak, jadi kita harap bisa terlaksana,” terangnya. Adv/mar

Comments are closed.