BeritaKaltim.Co

Penerapan e-Retribusi Cegah Kebocoran PAD

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau berupaya mencegah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar. Yakni dengan menerapkan program penarikan retribusi pasar berbasis elektronik (e-Retribusi). Dengan penerapan e-Retribusi ini dapat menumbat kebocoran PAD dari retribusi pasar.

Beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Berau sebagian besar dikelola Pemerintah Daerah, dan Pemerinrah Daerah sendiri menerapkan sistem tersebut,dan masih dalam tahap uji coba.

Kapala Diskoperindag Berau, Hj Wiyati SE mengatakan, penerapan e-Retribusi bertujuan mempermudah pedagang membayar retribusi. Selain itu, mengantisipasi dan mencegah kebocoran PAD.

Penerapan e-Retribusi masih fokus di pasar yang ramai pengunjung dan PAD-nya cukup tinggi. Misalnya, Pasar Sanggam Adji Dilayas dan Pasar Teluk Bayur. Semua pasar di kabupaten ujung Kaltim ini akan menerapkan e-Retribusi.

”Satu per satu akan dilakukan evaluasi dan pembenahan. Yang penting, program sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Hingga saat ini, e-Retribusi masih berlaku bagi pedagang yang menempati kios, stan, los, dan ruko. Untuk pedagang palawija di luar itu semua, seperti pasar subuh, belum diberlakukan dan masih dalam tahap perencanaan.

Penarikan retribusi kepada pedagang menggunakan kartu khusus semacam ATM. Setiap pedagang didatangi petugas dengan membawa mesin EDC. Dengan begitu, pedagang tinggal gesek selama tabungan atau saldo masih mencukupi.

”Dengan e-Retribusi, penarikan retribusi pasar lebih mudah, efisien, dan akuntabel. Jika ini sudah berjalan di semua pasar, tentu tidak akan ada kebocoran PAD,” ucapnya.

Mesin EDC yang dipegang petugas dari pihak Bank BNI. Penarikannya tiap satu bulan sekali. Sementara besaran retribusi bergantung pada luas kios yang ditempati pedagang.

”E-retribusi akan diterapkan di semua pasar tradisional. Harapannya, pasar di Berau bisa maju dan modern. Tahun ini e-retribusi akan diterapkan di pasar – pasar tersebut,” ujarnya.

Karena itu dirinya berharap mendapat dukungan dari semua pihak, atas penerapan e-Retribusi di semua pasar tradisional. Dengan harapan Wiyati, PAD pasar lebih meningkat dan mencapai target.

”Selagi program ini baik, kami ooptimis mendapat dukungan dari semua pihak. Agar bisa sesuai target dan akan ada evaluasi setiap bulan, Dimana setiap tahunnya, kisaran retribusi yang diproleh senilai Rp 2,8 miliar ,”pungkasnya. mar/adv

Comments are closed.