SAMARINDA, beritakaltim.co- Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK punya cara untuk menyimpulkan apakah pembangunan sebuah daerah bahkan negara, berjalan dengan baik atau sebaliknya. Tolok ukur yang digunakannya adalah bagaimana pelayanan pendidikan dan kesehatan diberikan pemerintah.
“Lihat saja bagaimana akses pelayanan pendidikan dan kesehatan warganya. Karena faktor itu kebutuhan mendasar masyarakat,” ucap Makmur kepada beritakaltim, Jumat (4/10/2019), di kantornya, Lantai 2 Gedung D DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda.
Sebagai Ketua DPRD Kaltim periode 2019-2024, Makmur HAPK mengakui, memiliki keinginan dan cita-cita agar mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan di berbagai daerah di Benua Etam dapat ditingkatkan lagi ke depannya, terutama di daerah pelosok.
“Saya kira ini perjuangan kita di DPRD bersama pemerintah. Jika pelayanan kesehatan baik, saya yakin masyarakat akan sangat puas dengan program yang dibuat pemerintah. Karena ketersediaan pelayanan kesehatan yang memadai sangat dibutuhkan masyarakat,” urai mantan Bupati Berau dua periode itu.
Mimpinya, setiap kecamatan di Kalimantan Timur memiliki satu Puskesmas yang memadai serta berkualitas, baik dari sisi ketersediaan peralatan kesehatan maupun tim medisnya.
“Saya ingin ada puskesmas yang memang representatif di setiap kecamatan. Biar saat masyarakat berobat dan sebagainya memang merasa nyaman dan puas dengan pelayanan,” kata Ketua Harian DPD Partai Golkar Kaltim ini.
Makmur HAPK mendorong agar Pemerintah Kaltim membuat program pelayanan kesehatan yang terfokus dan terpusat. Selain itu, kualitas Puskesmas yang sudah ada saat ini, mesti ditingkatkan terus.
“Masalah kekurangan tenaga kesehatan, baik perawat, bidan, dan dokter, harus segera dipenuhi serta ditambah lagi tenaganya,” ujarnya.
Dia bercerita pengalamannya ketika menjadi Bupati Berau. Kebijakannya membangun Puskesmas yang bagus buat masyarakat di sebuah kecamatan, direspon dengan baik oleh masyarakat karena warga desa-desa yang ada di sekitar kecamatan, kalau mau berobat bisa langsung ke Puskesmas itu.
“Tapi SDM dan peralatannya kita lengkapi semua,” kenangnya.
Hal yang sama juga mesti dilakukan untuk bidang pendidikan. Ketika mutu dan kualitas pendidikan baik, maka SDM yang dihasilkannya pasti baik. Dia setuju kalau pemerintah provinsi Kaltim berusaha keras memajukan dunia pendidikan, termasuk juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukungnya.
Menurutnya, pekerjaan besar memajukan pendidikan di sebuah daerah adalah agar bagaimana pembangunan pendidikan di perkotaan harus diupayakan bisa berjalan seiring dengan yang ada di kecamatan dan desa-desa. Dengan demikian tidak muncul perbedaan yang begitu jomplang antara pendidikan di kota dan desa.
“Program tuntas belajar 12 tahun, saat saya masih menjadi bupati Berau sudah saya laksanakan. Setiap kebutuhan dasar pelajar, juga sudah coba saya penuhi semua. Agar para pelajar semangat dalam menuntut ilmu dan menempuh jenjang pendidikan,” sebutnya.
Makmur mengharapkan program Beasiswa Kaltim Tuntas yang dicanangkan Pemprov Kaltim dapat menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Benua Etam, terutama mutu SDM yang dimiliki Kaltim ke depannya.
“Program yang sudah direncanakan pemerintah Provinsi Kaltim tentu sangat kami dukung, apalagi itu memang untuk kepentingan masyarakat Kaltim,” tutupnya.
Wartawan: Heriman
Redaktur: les@beritakaltim.co
Comments are closed.