BeritaKaltim.Co

108 Orang Samarinda “Waiting List” Laboratorium Covid-19

SAMARINDA, beritakaltim.co- Wali Kota Samarinda tetap menempuh kebijakan relaksasi atau pelonggaran pembatasan sosial mulai 1 Juni 2020. Padahal, menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak, menurut data dari Bappenas, kota dan kabupaten di Kaltim kecuali Kabupaten Mahakam Ulu, belum layak dilakukan pelonggaran.

“Berdasarkan perhitungan yang dikeluarkan Bappenas, kaltim belum layak ada pelonggaran pembatasan sosial, karena nilai reproduksi efektif atau Rt masih di atas satu,” ujar Andi M Ishak dalam video conference dengan wartawan, Senin (1/6/2020).

Namun karena pemerintah sudah membuka kebijakan pelonggaran, menurut Andi M Ishak, pertahanan agar tidak ikut terserang virus korona ada pada individu warga sendiri. Bagaimana berusaha menghindari tempat-tempat keramaian, selalu berusaha jaga jarak dengan lawan bicara, memakai masker dan sering mencuci tangan.

Jika melihat data-data penularan virus korona di Kota Samarinda yang sudah mulai melakukan pelonggaran, diakui oleh Andi M Ishak, memang mengalami penurunan jumlah pasien positif. Bahkan update terakhir pada hari Senin, pasien positif yang dirawat dan menunggu kesembuhan tinggal 7 orang.

Namun harus dilihat juga data lainnya, yaitu masih ada 108 orang yang masuk waiting list, menunggu hasil spesimen swabnya di laboratorium. Sebanyak 108 orang itu menantikan dengan harap-harap cemas, apakah hasil swab negatif atau positif. Jika ternyata hasilnya positif, maka jumlah pasien tertular virus itu berpotensi menjadi sumber penularan kepada orang lainnya.

“Kondisi ini yang sangat berbahaya jika sudah dilakukan pelonggaran. Bisa saja penularan ibarat bola salju. Dari satu orang menulari dua orang dan begitu seterusnya,” ucap Andi M Ishak.

Jumlah waiting list dari kota Samarinda, terbesar di banding kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur. Sebagai perbandingan, daerah lain yang berada di bawah Samarinda jumlah orang yang masuk waiting list hasil laboratorium adalah Kutai Kartanegara 80 kasus dan Balikpapan 51 kasus.

UPDATE COVID-19 EDISI 1 JUNI 2020

Penanganan Covid-19 di Kalimantan Timur edisi 1 Juni 2020, terdapat penambahan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif, 1 orang. Pasien baru itu di Balikpapan dengan kode BPN 62, yaitu seorang laki-laki 38 tahun, merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang memiliki keluhan demam, batuk, sesak nafas, memiliki gambaran pneumonia, serta comorbid TB Paru. Pasien dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan sejak 23 Mei 2020.

Sementara untuk pasien yang dinyatakan sembuh, bertambah dua orang. Keduanya dari Balikpapan, yakni dengan kode BPN 34 Laki-laki 28 tahun dan BPN 44 Laki-laki 60 tahun. Kedua pasien mendapat penularan dari kluster Jakarta yang telah dirawat di RST DR R Hardjanto Balikpapan sejak 7 April 2020 dan 23 April 2020.

Dengan penambahan pasien positif dan pasien sembuh, maka total pasien positif di Kalimantan Timur ada 296 orang. Sebanyak 175 orang diantaranya dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia. Sebanyak 118 orang lagi sedang menunggu masa penyembuhan. # le

Hasil lengkap Update Penanganan Covid-19 Kaltim

 

[gview file=”https://beritakaltim.site/wp-content/uploads/2020/06/PR-76-tanggal-1-Juni-pukul-12.00.pdf”]

Comments are closed.