BERITAKALTIM.CO- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di Kota Balikapapan. Sejauh ini penyebaran kasus DBD terbanyak, khususnya wilayah Balikpapan Utara tertinggi di Batu Ampar, berjumlah 60 kasus.
Kepala Puskesmas Batu Ampar Drg. Nurlina Handaruni mengatakan, pencegahan DBD telah dilakukan pihak Puskesmas mulai dari kegiatan 3M plus, pemberantasan sarang nyamuk dan juga turun ke masyarakat untuk lakukan penyuluhan.
“Kita sudah melakukan pencegahan kasus DBD mulai dari kegiatan 3M plus, PSM, penyuluhan ke lapangan,” ucapnya ketika ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, pencegahan ini seharusnya tidak hanya dilakukan oleh pihak Puskesmas saja, melainkan dibutuhkannya kerjasama dari seluruh stakeholder khususnya masyarakat sekitar.
Sebagai upaya pencegahan DBD, ia menjelaskan penyuluhan rutin dilakukan pihak Puskesmas hanya saja kurangnya kesadaran masyarakat yang kurang peduli dengan lingkungannya salah satunya pemeriksaan jentik berkala.
“Dari informasi yang diterima, ketika kader Jumantik datang ke rumah untuk menaburkan abate masyarakat menolak lantaran ingin menaburkan sendiri, namun kenyataannya tidak dilakukan, sehingga perkembangan nyamuk terus berkembang,” jelasnya.
“Dan untuk jentik sendiri paling banyak di temui di tempat-tempat yang sulit dijangkau, seperti dispenser, pot bunga hingga barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan,” imbuhnya.
Ketika ditemui permasalahan terkait kasus DBD di lingkungannya, pihak Puskesmas langsung turun ke lapangan untuk mengecek lingkungan rumah sekitar (20 rumah dari lokasi kasus).
Dan dirinya berharap, masyarakat dapat menerapkan 1 rumah jumatik, kasus DBD bisa teratasi. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.