BERITAKALTIM.CO- Instruksi Gubernur Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2021 yang mengharuskan warga berdiam di rumah selama dua hari di akhir pekan, mendapat respon berbagai pihak. Setidaknya ada 18 Asosiasi, perhimpunan, dan komunitas mengadu ke DPRD Kaltim.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub, mengatakan, para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif mengeluhkan kebijakan yang ditempuh oleh Pemprov Kaltim. Karena mereka yang merasakan dampak langsung. Imbauan untuk berada di rumah pada setiap hari Sabtu dan Minggu membuat usaha mereka semakin terganggu.
Menurut Rusman Yaqub, rata-rata menyebutkan bahwa mereka meminta evaluasi dan revisi Instruksi Gubernur Kaltim Nomor 1 Tahun 2021. Tak hanya itu, perwakilan asosiasi ini meminta kebijakan yang lebih detail dan pasti dari pemerintah agar tidak merugikan pelaku usaha di kemudian hari.
Kebijakan tersebut juga dinilai merugikan para pelaku ekonomi kreatif karena tidak mempertimbangkan operasional dari sektor-sektor ekonomi kreatif dan pariwisata yang mengalami stagnasi dalam dua hari.
“Hasil dari pertemuan ini, kami akan bersurat kepada Gubernur Kaltim melalui Ketua DPRD Kaltim atas masukan dari penggiat ini. Kami sampaikan ini agar yang memperhatikan itu, ada rencana detailnya,” ujar Rusman Yaqub.
Rusman Yaqub menegaskan, para penggiat ekonomi kreatif dan pariwisata ini bukan menolak Instruksi Gubernur Kaltim. Para pelaku ekonomi ini sepakat dengan adanya kebijakan tersebut demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Namun, para pegiat ekonomi ini meminta adanya langkah pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan membeber detail kajian teknis dari kebijakan tersebut sehingga sektor ekonomi dan kesehatan dapat berjalan beriringan.
“Tadi ada yang memberikan saran pemberlakuan jangan di akhir pekan sebab UMKM hidupnya itu pada Sabtu dan Minggu,” ujar Rusman Yaqub..
Rusman Yaqub meminta agar Gubernur Kaltim dan jajarannya supaya mengkaji ulang Instruksi Gubernur Kaltim Nomor 1 Tahun 2021 dan melakukan revisi terhadap instruksi tersebut. #
Wartawan: le
Comments are closed.