BERITAKALTIM.CO- Juru bicara Satgas penanganan Covid-19 Dr. Andi Sri Juliarty menyampaikan, bahwa klaster keluarga cukup menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19. Mengingat penambahan pasien terkonfirmasi positif covid-19 adalah ibu rumah tangga dan usia anak anak.
Dio panggilan akrab Dr. Andi Sri Juliarty mengatakan, untuk klaster keluarga sebaiknya melakukan isolasi mandiri ditempat isolasi yang disediakan agar tidak menulari keluarga lainnya.
” Kluster keluarga memang cocok isolasi di hotel daripada menulari keluarga lainnya,” ujar Dio, Sabtu (12/06/2021).
Dio menyampaikan, di hotel Grand Tiga Mustika (GTM) sebagai tempat isolasi tersentralistik yang disediakan Pemerintah Kota Balikpapan sebagai pengganti Embarkasi haji sudah mulai penuh pasien isolasi mandiri
” GTM makin ramai, sudah 59 orang pasien yang isolasi mandiri dan masih ada 10 lagi sedang proses antri masuk menunggu hasil dari laboratorrium, dan persiapan mengambil barang-barang keperluan isolasi dan ini sedang proses masuk hotel.” ucapnya.
Terkait dengan pemindahan tempat isolasi dari embarkasi haji Batakan ke Hotel Tiga Mustika memang banyak sekali penyesuaian yang harus dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan pada Minggu pertama.
“Penyesuaian itu dilakukan baik dari tim kami maupun karyawan hotel,” katanya di depan awak media.
Penyesuaian itu juga meliputi dari jadwal olahraga dan berjemur, karena untuk senam dan olahraga berada di rooftop itu perlu penjagaan yang lebih banyak. Sehingga ia memastikan selain tim medis, tim keamanannya siap hadir begitu juga dari relawan PMI untuk hadir.
Pihaknya juga melakukan penyesuaian kepada pola gizi, karena ternyata banyak pasien yang alergi dengan makanan tertentu. Maka itu untuk sekarang mulai dicatat ketika ada pasien yang baru masuk.
“Karena setiap pasien berbeda-beda, ada alergi udang hingga kacang-kacangan,” ujar dr Dio panggilan akrabnya.
Dijelaskannya, bahwa pihak hotel sebelumnya hanya memasak menu yang sama, sehingga dengan adanya pasie covid-19 harus ikut belajar menyesuaikan dengan kondisi pasien, termasuk pasien anak-anak yang rupanya ada seorang bayi yang masih makan bubur.
“Dan alhamdulillah hotel juga bersedia mengikuti pengarahan dari tim gizi kami,” tutupnya. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.