BERITAKALTIM.CO – Setelah sempat terkondisi menegangkan dan tanpa pengawasan berhari-hari, bandara Kabul di Afghanistan segera diamankan. Adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang memastikan negaranya, menjadi salah satu yang melindungi fasilitas penerbangan itu dari kelompok Taliban.
“Kami bertujuan untuk memastikan keamanan bandara dan berkontribusi pada keamanan negara ini setelah penarikan (pasukan) Amerika. Kami masih mempertahankan niat ini,” kata Erdogan dalam wawancara yang disiarkan televisi dilansir AFP, Kamis (19/8/2021).
Tak sendirian, otoritas Turki tengah berkoordinasi dengan negara-negara lain. Seperti, Amerika Serikat yang baru saja menarik pasukannya untuk membantu mengamankan Bandara Kabul. “Kami sekarang melakukan perencanaan kami sesuai dengan kenyataan baru yang muncul di lapangan dan mengadakan negosiasi kami sesuai dengan itu,” kata Erdogan.
Otoritas Amerika Serikat terus berhubungan dengan Turki tentang pengaturan keamanan bandara Kabul. Amerika Serikat sendiri telah menyatakan terima kasih atas peran Turki dalam mengevakuasi warga sipil dari Kabul. Otoritas Turki sejauh ini telah mengevakuasi 552 warga Turki dari Kabul.
“Kehadiran militer Turki di Afghanistan akan memberi keunggulan bagi pemerintahan baru di arena internasional dan memfasilitasi tugasnya,” kata Erdogan.
Turki kini, tengah berdiskusi dengan pihak berwenang Afghanistan. “Kita bisa mendiskusikan opsi yang berbeda,” katanya.
Siapa pun yang memegang kekuasaan, tambah Erdogan, Turki akan mendukung Afghanistan. Erdogan siap bertemu dengan para pemimpin Taliban.
“Kami menyambut baik pernyataan yang terkendali dan moderat yang dibuat oleh Taliban,” tambahnya.
Erdogan juga mengatakan dia akan berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa hari mendatang. (*)
Comments are closed.