BeritaKaltim.Co

Dinas PUPR-Pera Kaltim Sejak 2021 Turunkan Proyek Normalisasi Sungai Sangatta

BERITAKALTIM.CO- Banjir besar dialami warga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Kondisinya sungguh luar biasa, tidak lagi seperti banjir-banjir rutin yang terjadi selama ini di kawasan itu. Kali ini, ketinggiannya antara 50 Centimeter hingga 2 meter.

Curah hujan yang tinggi sejak hari Sabtu (19/3/2022) membuat 3.937 KK (Kepala Keluarga) atau 16.896 jiwa terdampak akibat air menenggelamkan rumah-rumah mereka. Sebanyak 1.200 warga diungsikan ke tempat-tempat aman yang lebih tinggi.

“Ini tidak pernah terjadi dalam 20 tahun terakhir,” ucap seorang pejabat yang rumahnya juga terkena banjir.

Tercatat, setidaknya ada 6 titik banjir. Di Kecamatan Sangatta Selatan ada tiga titik, yakni Dusun Pinang Mas, Dusun Bukit Indah dan Desa Sangkima. Sementara di Sangatta Utara juga ada tiga titik juga, yakni Desa Sangatta Utara, Kelurahan Teluk Lingga dan Desa Swarga Bara. Ada 366 unit bangunan rumah terdampak banjir di wilayah Sangatta Utara dan Selatan.

Problem utama adalah akibat curah hujan yang tinggi. Debit air yang melimpah mengakibatkan kawasan rendah langsung mengalami kebanjiran. Sementara Sungai Sangatta yang menjadi andalan aliran air juga sudah tidak berfungis normal. Kondisi sungai sudah semakin dangkal.

Problem sungai dangkal itu diangkat kalangan Wartawan kepada Kepala Dinas PUPR-Pera (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat) Provinsi Kalimantan Timur. Sebab, sejak tahun 2021 lalu, Sungai Sangatta sudah menjadi target proyek dari Dinas PUPR-Pera Kaltim. Dananya, untuk 2022 sebesar Rp7 Miliar, sedangkan untuk tahun 2023 diprogramkan dialokasikan Rp6 Miliar.

“Untuk sungai sangatta kita lakukan normalisasi sungai. Sejak tahun anggaran 2021 dan 2022 kita kerjakan terus,” ucap Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda.

Bentangan Sungai Sangatta sangat panjang. Jadi proyek yang bisa dilakukan dicicil sepanjang 1.600 meter. Proyek yang telah diselesaikan 450 meter ditambah dengan plus bangunan tetrapod atau bangunan pelindung supaya melindungi sedimentasi. Fitra Firnanda untuk proyek yang dicanangkan itu saja, masih dibutuhkan anggaran Rp15 Miliar sanpai Rp20 Miliar.

Menangani banjir di Sangatta, versi Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, tak hanya dengan normalisasi sungai. Tapi perlu sebuah bendungan di Sungai Sangatta. #

Wartawan: Wong

Comments are closed.