BERITAKALTIM.CO- Momentum akhir pekan yang berbarengan dengan libur Hari Raya Waisak dimanfaatkan sejumlah warga untuk mengunjungi tempat wisata yang ada di Kota Balikpapan, salah satunya Pantai Manggar Segara Sari yang berada di Balikpapan Timur.
Dari pantauan media yang sekaligus refershing ke pantai ini, area menuju pantai manggar macet dipenuhi kendaraan roda empat, Bis maupun roda dua.
Tampak terlihat penumpukan kendaraan roda dua, mobil maupun bus. Baik di parkiran hingga menuju loket pembayaran.
Pengunjung yang hadir bukan hanya dari Balikpapan namun juga dari daerah lainnya, seperti Samarinda, Tenggarong, Penajam Paser Utara, sampai Banjarmasin.
Kepala UPTD Pantai Manggar Balikpapan, Rusliansyah menuturkan, tiap kali hari libir pantai memang selalu dibanjiri pengunjung yang diperkirakan sebanyak 5000 pengunjung memadati pantai Manggar.
“Kita tunggu data resmi dari pihak retribusi, karena direkapnya baru sore hari,” ujar Rusliansyah kepada media, Senin (16/5/2022).
Dirinya mengakui jika momen hari libur kerap kali datang meninjau langsung pantai. Guna untuk memastikan kenyamanan pengunjung.
Meskipun mencapai ribuan orang, Rusli mrngatakan kondisi ini tidak seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Dahulu tifak ada pembatasan jika hari libur seperti ini pengunjung Pantai Manggar bisa mencapai 6-7 ribu diakhir pekan.
“Alhamdulillah sudah mulai ramai, tapi tetap kami selalu mengingatkan pengunjung untuk menjaga prokes melalui pengeras suara,” akunya.
Ramainya kunjungan, kata Rusli disebabkan pula keberadaan Tol Manggar-Samarinda yang membuat pengunjung atau masyarakat luar daerah lebih mudah datang kemari. Sebenarnya, bila kondisi tanpa Covid-19 atau normal seperti dulu, jumlah pengunjung bisa saja mencapai belasan ribu.
“Selain itu, pengunjung juga wajib mematuhi penggunaan protokol kesehatan hingga penggunaan aplikasi PeduliLindungi,” bebernya.
Dampak ditutupnya pantai Manggar juga berimbas kepada pedagang di sekitar Pantai Manggar.
Doni penjual salome yang sudah berjualan sejak tahun 2015 mengatakan, bersyukur wisata ini bisa di buka kembali jadi bisa mengais rejeki disini lagi. Karena selama pantai ditutup dirinya hanya bergantung berjualan keliling kampung.
“Alhamdulillah sudah dibuka kembali, meskipun penghasilan belum normal tidak seperti sebelum Covid-19.
Yuli penjual Es Kelapa mengatakan, Sejak 2019 berjualan disini bersama suami. Kemarin ditutup berjualan sayur dirumah. “Dapat info pantai dibuka , langsung jualan lagi disini. Alhamdulillah meski pendapatn tidak seperti dulu,” ucapnya.
Kini, dengan dibukanya kembali pantai serta maraknya pengunjung membuatnya merasa senang dan bisa kembali bernapas. Sang suami yang merupakan nelayan mendapatkan penghasilan tak menentu, juga harus menghidupi ketiga anaknya sehingga harus banting tulang. Di luar musim liburan panjang seperti sekarang, Aminah mengaku mendapatkan penghasilan bersih kurang lebih Rp 300-400 ribu.
“Kalau lagi ramai gini bisa sampai Rp 400 ribu,” akunya.
Sementara itu, Sri warga Samarinda Sebrang yang datang bersama keluarga besarnya mengaku, ingin bersantai dan sekaligus refresing ke pantai, mengingat waktu libur lebaran kemarin dirinya bersama keluarga belum sempat berwisata.
“Hari ini sekalian kumpul sama keluarga-keluarga lainnya, janjian ketemunya di Manggar ini,” tutupnya.
Jelang siang hari antrean kendaraan sempat mengular dan terlihat padat dari simpang Tol Balsam arah Manggar hingga akses jalan masuk menuju stadion Batakan Balikpapan Timur, sementara itu di dalam kawasan pantai manggar pihak UPT sudah membuka akses jalan keluar dari arah Jalan Dandito. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.