BeritaKaltim.Co

Nurhadi Marah Mendengar BBPJN-PU Kaltim Soal Banjir Manggar

BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD kota Balikpapan Dapil Balikpapan Timur Nurhadi meluapkan kemarahannya saat mendengarkan jawaban dari pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-PU Kaltim saat membahas permasalahan banjir yang kerap terjadi di perumahan Pondok Asri Manggar Balikpapan Timur.

” Jawaban dari pihak Balai, seolah olah meremehkan masyarakat. Kita lihat drainasenya tadi, banjir sudah sering, minimal tiga bulan banjir tetapi sedimen sudah dua tahun yang lalu dikerjakan,” ucap Nurhadi, Senin (24/5/2022).

“Sebanyak 2000 jiwa di perumahan ini menikmati banjir, selaku Dapil Baltim merasa sangat geram atau bisa dikatakan emosi. Apalagi melihat dari jawaban pihak Balai PUPR yang seolah-olah seperti meremehkan seolah-olah tidak ada pedulinya sama masyarakat,” ujarnya lagi.

Nurhadi juga tidak memungkiri, banjir di wilayah ini sudah terjadi sebelum adanya tol. Saluran air di kawasan ini tidak sesuai dengan kapasitas air karena debit air yang lewat tidak sesuai dengan drainase yang ada sehingga menyebabkan air meluap.

Dan adanya pembukaan lahan secara otomatis juga akan membawa dampak lumpur sehingga terjadi pedangkalan atau penumpukan kedalaman drainase sehingga perlu dilakukan pengerukan sedimen dan pembebasan lahan disekitar lokasi.

Nurhadi meminta dengan tegas adanya kejelasan permasalahan ini, dan menekankan kepada pihak Balai selaku pemangku yang mempunyai kewenangan agar segera memberikan wujud nyata penanganan masalah ini.

“Jangan kita cuma duduk aja di situ, tapi tidak ada solusi penyelesaian masalah, kasihan warga mereka juga membayar pajak,” tegas politisi PPP ini.

Jika tidak ada keseriusan penanganan banjir di perumahan ini, Nurhadi mengancam pihak Balai akan menurunkan alat keruk sendiri . “ini demi kepentingan masyarakat, namun jangan salahkan jika jalan tol ikut terganggu,” ucapnya.

Nurhadi juga berkoordinasi dengan Kabid SDA PU untuk dapat mengkaji daerah ini, karena ini mencangkup 6-7 RT yang terdampak banjir. Maka itu harus ada perencanaan yang matang, untuk mencari titik banjirnya, permasalahannya hingga solusinya.

“Saya memang menahan PU agar tidak turun tangan, karena jangan sampai anggaran PU terkuras disitu, maka itu yang saya hindari,” ucapnya.

Pihak Balai berjanji akan melakukan eksekusi mulai sore ini, dengan menurunkan alat dan akan melalukan jika tidak hujan. Tentu ia akan pantau langsung bersama ketua RT.

Nurhadi juga sempat menanyakan perihal lahan kosong yang berada di sebelah drainase tersebut. Karena dulu waktu perencanaan pembangunan itu ada bozem, tetapi setelah berpindah tangan bozem itu ditutup kembali dan itu menjadi tanda tanya.

“Nah itu tadi saya tanyakan dan buat saya emosi. Karena menurut kajian mereka, kalau itu digali dijadikan bozem tol-nya goyang, berarti perencanaannya dong yang tidak jelas, kan seperti itu,” terangnya.

Selain koordinasi dengan pihak terkait, ia juga minta pihak kelurahan untuk mencari data tentang keberadaan lahan yang digunakan sebagai lapangan di lokasi itu, mulai dari ukuran hingga status lahannya.

Serta meminta pihak SDA PU mengkaji lapangan tersebut jika digunakan sebagai bozem, apakah berdampak atau tidak.

“Karena ini fasum perumahan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk bozem ketika itu bisa mengurangi dampak banjir,” tutupnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.