BeritaKaltim.Co

Forum Petani Kelapa Sawit Kaltim Datangi Mendag Zulkifli Hasan

BERITAKALTIM.CO- Forum Petani Kelapa Sawit Kaltim yang diwakili oleh Arbani meminta izin untuk dipertemukan secara langsung dengan Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan.

Arbani hanya ingin menyampaikan keluhan para petani sawit perihal harga sawit yang tidak sesuai dengan surat Menteri Pertanian pada 30 Juni 2022 lalu.

Selesai kunjungan kerjanya, Mendag Zulkifli Hasan menghampiri Koordinator Forum Petani Kelapa Sawit Kaltim Arbani.

Arbani meminta agar Mendag segera menghubungi kepala daerah baik Bupati maupun Walikota yang ada di Kaltim agar mengikuti instruksi yang disampaikan Menteri koordinator bidang kemaritiman bersama dengan pengusaha CPO yang
menginstruksikan agar pengusaha yang di daerah baik itu di Kukar, Penajam Paser Utara (PPU) agar membeli TBS kelapa sawit milik petani dengan harga Rp 1.600,-

“Tapi faktanya harga itu tidak berlaku di daerah kami. Harga pun bervariasi dari Rp 1.200 rupiah sampai Rp 1.000 rupiah. Padahal surat ini sudah 1 bulan lamanya,” ucapnya.

Arbani berharap Menteri perdagangan menelepon kepala daerah masing-masing, untuk mempertanyakan harga sawit yang sangat rendah ini tidak sesuai dengan kesepakatan. Tentu ini sangat merugikan petani.

“Aksi protes ini juga sudah dilakukan petani dengan aksi demo di titik nol IKN pada tanggal 16 Juli 2022,” ujarnya.

Tuntutan itu pun sangat simpel, yang mana petani minta agar harga kembali normal, dan meminta pi eksplore CPO dicabut. Agar berimbas kepada harga sawit di tingkat petani.

“Saya tidak mengerti kenapa bisa seperti ini, saya minta Mendag menelpon kepala daerah agar instruksi tersebut dijalankan. Kenapa hanya Berau saja yang menjalankan instruksi itu,” katanya.

Zulkifli Hasan menanggapi dan menampung keluhan para petani berusaha menyelesaikan persoalan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang harganya turun.

“Saya mengerti perasaan bapak-bapak, saya pun ingin permasalahan ini cepat selesai. Sehingga harga bisa membaik,” tuturnya.

” Nanti saya akan telepon pak menteri, dan sekjen silakan telepon para bupati agar mereka menyeauaikan harga seperti surat edaran,” tutupnya. #

Comments are closed.