BERITAKALTIM.CO- Ratusan petani kelapa sawit mandiri di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Selasa (21/3/2023), melakukan unjukrasa di kantor DPRD setempat di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Rinding, Kecamatan Teluk Bayur.
Aksi unjukrasa dilakukan warga kali ini untuk mendukung perusahaan kelapa sawit (PKS) PT Berau Agro Asia (BAA) yang selalu dipersoalkan masalah operasionalnya oleh kalangan legislatif.
Sejak beberapa tahun terakhir, PT BAA, kata pendemo selalu mendapat tekanan dari anggota DPRD Berau, mengenai perizinannya.
“Kami kecewa dengan anggota DPRD yang selalu mempermasalahkan perusahaan PTBAA. Padahal, perusahaan ini sudah berinvestasi besar di Berau,” kata Rizal, mewakili pengunjukrasa.
Aksi massa dimulai dari depan gedung DPRD. Mereka membentangkan baliho dan berorasi, tapi ada juga yang membawa TBS (Tandan Buah Segar) kemudian membuangnya ke halaman kantor DPRD.
Warga yang mengaku sebagai petani yang bergantung kepada perusahaan kelapa sawit itu mengatakan, keberadaan perusahaan sangat membantu kehidupan mereka. Untuk itu warga meminta agar anggota DPRD tidak semena-mena menekan perusahaan yang telah memberikan kontribusi bagi daerah.
“Keberadaan perusahaan memberikan kesejahteraan bagi para petani,” ujar Rijal.
Sebelumnya anggota DPRD Berau dari Komisi II membidangi ekonomi mengemukakan kalau perusahaan kelapa sawit PT BAA tidak punya izin, tapi sudah beroperasi. Lantaran itu wakil rakyat meminta perusahaan melengkapi terlebih dulu perizinan dan kemudian beroperasi lagi.
Sementara Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wakil Ketua 1 DPRD Berau Syarifatul Syadiah mengatakan kalau pemerintahan dan DPRD tidak punya niat untuk menyengsarakan para petani. Keberadaan perusahaan sangat diperlukan untuk membangun perekonomian daerah itu.
Hanya saja, jika memang masalahnya soal perizinan, agar perusahaan juga mematuhinya. #
Reporter: Surya | Editor: Wong