BERITAKALTIM.CO- Memasuki Masa Persidangan I Tahun 2023, anggota DPRD kota Balikpapan kembali turun ke lapangan untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan melakukan kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat (Reses) di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.
Seperti yang dilakukan wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Ardiansyah mengelar reses di Jalan Cemara RT 32 Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah, Balikpapan Tengah, Selasa (21/3/2023).
Beragam pernak pernik permasalahan pendidikan seperti penerapan sistem zonasi dan bea siswa Kaltim Tuntas. Begitu juga dengan prosedur BPJS kesehatan.
Seperti yang dikeluhkan oleh Imanuel Warga RT 32 Kelurahan Mekar Sari mengeluhkan perrmasalahan pendidikan dan kesehatan. Adanya sistem zonasi sangat meresahkan masyarakat terlebih warga Kelurahan Mekar Sari yang tidak mempunyai SMPN.
” Tiap tahun keluhkan pendaftraan sekolah anak, kasihan yang nilainya tinggi tidak masuk SMPN karena sistem zonasi, ” ucapnya
Satu lagi permasalahan BPJS kesehatan, Imannuel katakan, sangat menyusahkan warga karena persyaratannya. ” Ini terjadi sama saya sendiri, di PHK tapi urus BPJS gratis dipersulit, prosedurnya susah. Tapi sekarang sudah kelurahan yang urus, ” katanya.
Marbot Masjid Babburahman Suroto yang mengeluhkan permasalahan pelebaran drainase didepan masjid yang setiap hujan banjir dan tergenang.
Begitu juga perihal persyaratan jika ingin mendapatkan bea siswa baik ditingkat SD, SMP, SMA sampai kuliah.
“Bagaimana persyaratannya dapat bea siswa, dan tolong dibantu drainasenya karena setiap hujan selalu tergenang,” ucapnya.
Ada satu hal yang menarik dipertanyakan Ina Warga RT 32, apakah ini diberlakukan untuk semua sekolah dan apakah pendaftaran harus dipilah-pilah oleh pihak sekolah.
“Karena ada sekolah yang tidak memberitahukan muridnya ketika ada pendaftaran bea siswa,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Ardiansyah mengatakan, di Kelurahan Mekar Sari, pendidikan, BPJS kesehatan dan Banjir menjadi prioritas utama.
“Setiap tahun ajaran baru warga sibuk mencari sekolah, jadi wajib hukumnya memang Balteng punya sekolah baru,” ucapnya.
Ardiansyah meminta agar pemerintah kota menyegerakan membangun sekolah ditempat yang memang sangat dibutuhkan masyarakat.
Dan melakukan perencanaan pembangunan sekolah di tahun 2025.
“Dari awalpun saya juga selalu menyuarakan untuk bisa dibangun sekolah baru,” tegas politisi partai PPP.
Terkait keluhan BPJS Kesehatan, Ardiansyah katakan, masih banyak warga yang belum terlayani dengan BPJS Gratis kelas III. Contohnya warga yang sudah di PHK perusahaan tetapi belum bisa dapat progran BPJS Gratis.
“Ini perlu dibantu sosialisasikan ke warga,” ucapnya.
Menjawab pertanyaan warga terkait pendaftaran bea siswa di Balikpapan, Ardiansyah katakan, seluruh sekolah di Balikpapan mulai dari SD, SMP dan SMA bisa melakukan pendaftaran bea siswa untuk muridnya, jangan sampai ada yang dipilih-pilih.
“Karena pemerintah provinsi memberikan bea siswa untuk warga Kaltim, jadi buka hanya yg berprestasi dan mampu saja, tetapi semua boleh daftar,” tutupnya. #
Reporter: Thina | Editor: Wong