BERITAKALTIM.CO- Masa reses anggota DPRD Nunukan masa sidang ke-2 tahun 2022-2023, dimanfaatkan maksimal oleh Ketua DPRD Hj Rahma Leppa untuk menemui dan merekam masalah-masalah warga di daerah pemilihannya. Sejumlah catatan aspirasi dibawa untuk diperjuangkannya.
Saat menemui warga Desa Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Hj Rahma Leppa mengakui menerima masukan dari warga mengenai jaringan telekomunikasi yang tidak ada sinyal. Kondisi itu, membuat warga kesulitan dalam beraktifitas ke dunia luar.
Warga mengaku harus mencari tempat-tempat tertentu yang agak tinggi agar memperoleh sinyal telekomunikasi. Untuk itu, mereka berharap wakil rakyat memperhatikan hal tersebut dan memperjuangkannya.
Sementara di Sei Jepun, Keluarahan Mensapa, Kecamatan Nunukan Selatan, warganya menginginkan adanya Jembatan untuk menunjang akses bongkar-muat produksi rumput laut. Karena akses jembatan tidak ada, warga mengaku kesulitan membawa hasil produksi mereka untuk dipasarkan.
Menanggapi aspirasi dari warga, Ketua DPRD Nunukan Hj Rahma Leppa mengaku berusaha mencari jalan memenuhi keinginan warga. Untuk jaringan telekomunikasi, karena menyangkut kebutuhan sinyal, dia berkoordinasi dengan instansi dinas terkait dan juga perusahaan operator.
Setelah dilakukan koordinasi diperoleh jawaban kalau kawasan Desa Mamolo akan diusulkan memasang tower jaringan telekomunikasi. Warga diharapkan bersabar, karena pengusulan dan pendirian tower jaringan membutuhkan waktu.
Sementara untuk masalah jembatan di Sei Jepun, Ketua DPRD Nunukan juga berusaha mengakomodir dari anggaran Pokir (dana aspirasi) dirinya. Bahkan jika tidak memungkinkan juga secepatnya, dia janji akan mengeluarkan dana pribadi untuk membangun jembatan kayu. Istri dari mantan Bupati Nunukan Hafid Achmad itu mengaku sudah konsultasi dengan suaminya jika memang harus membantu mengeluarkan dana pribadi. #ADV
Reporter: Jhon | Editor: Wong