BERITAKALTIM.CO- Persoalan antrian pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak) di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) terus mengemuka di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim. Apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru) yang selalu berdampak pada peningkatan konsumsi masyarakat.
Didorong masalah-masalah itu, Komisi II DPRD Kaltim merencanakan melakukan kunjungan ke Pertamina. Khususnya Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan, sebagai perusahaan perdagangan BBM dan pengelola depot-depot BBM.
“Betul. Komisi II ingin berdialog dengan Pertamina mengenai masalah BBM ini. apa masalahnya sehingga terjadi antrian pertalite dan pertamax, juga solar. Dan bagaimana menangani permintaan konsumsi yang meningkat saat Natal dan tahun baru,” ujar Nidya Listiyono, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).
Masalah antrian pembelian BBM di SPBU sudah berlangsung cukup lama. Berbagai spekulasi beredar di masyarakat yang menyebutkan alasan-alasan mengapa terjadi kelangkaan terhadap BBM di Kaltim.
Tudingan pertama terarah pada banyaknya kendaraan alat berat yang bekerja di pertambangan, di mana untuk mengoperasionalkannya membutuhkan BBM yang memakan kuota masyarakat.
Tudingan lain, karena adanya IKN (Ibu Kota Negara) yang sedang membangun. Di kawasan itu juga membutuhkan BBM yang cukup besar, dan diduga mengambil jatahnya kendaraan-kendaraan Kaltim.
Sedangkan dugaan lainnya, karena Pertamina Patra Niaga sedang melakukan ‘pengiritan’ BBM, untuk menjaga jangan sampai penjualan melebihi dari target yang ditetapkan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Jika tidak dilakukan aksi ‘pengiritan’, maka dikuatirkan mengganggu APBN, karena sebagian BBM Indonesia adalah impor.
Nidya Listiyono mengatakan, menjelang Nataru, tidak hanya soal BBM yang menjadi perhatian Komisi II DPRD Kaltim. Bersama Pemprov Kaltim dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait juga melakukan monitoring terhadap bahan kebutuhan masyarakat seperti Sembako dan lainnya.
“Tentu saja kita menginginkan stok bahan pokok aman, supaya gak sampai menimbulkan gejolak di masyarakat,” kata politisi yang akrab dipanggil Tio ini. #
Reporter: Kiah | Editor: Wong | ADV | DPRD Kaltim