BERITAKALTIM.CO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, mulai melakukan penyortiran dan pelipatan kertas surat suara. Pelipatan dilakukan di Gudang KPU yang berada di Jalan Alam Baru Somber, Balikpapan Utara, Senin(8/1/2024).
Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha mengatakan, ada sebanyak 2,5 juta kertas suara yang dilipat para pekerja dengan rapi sebelum hari pencoblosan tiba. Dalam kegiatan ini, KPU setidaknya melibatkan 150 orang pekerja yang didominasi ibu rumah tangga (IRT) hingga kalangan pemuda.
“Kami hanya mengakomodir warga setempat,” kata ketua KPU Balikpapan saat kembali meninjau lokasi pelipatan suara di Gudang KPU yang terletak di kawasan Somber, Balikpapan Utara, Senin (8/1/2023).
Menurut Thoha, semua yang terlibat dalam proses Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan bagian dari partisipasi untuk suksesnya pemilu 14 Februari mendatang.
Meskipun kertas suara yang dilipat dalam jumlah yang cukup banyak. KPU Balikpapan optimis, seluruhnya akan tuntas disortir dan dilipat kurang dari 10 hari kerja.
“Hitungan kami itu, target kami 10 hari sudah selesai. Malah hitungan kami 7-8 hari sudah selesai, kalau satu orang itu bisa nyampe 2 ribu melipatnya,” urainya.
Noor Thoha menjelaskan, setidaknya ada lima jenis kertas suara yang di lipat petugas tersebut dan mekanisme pelipatan dilakukan secara berturut-turut. Mulai dari surat suara DPRD Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Presiden.
Sebelum melakukan pelipatan, para petugas juga diminta untuk mengecek telebih dulu kertas suara yang akan dilipat. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi jika detil surat suara terjadi salah cetak ataupun ditemukan kerusakan sebelum didistribusikan untuk digunakan di hari pencoblosan.
“Satu jenis surat suara itu 509 ribu sampai 510 ribu lah tambahan persentasenya, brarti kali 5. Jadi sekitar 2 juta setengah lebih surat suara yang harus kita sortir dan kita lipat,” ujarnya.
Kemudian, para petugas yang terlibat melipat kertas suara ini nantinya akan diupah antara Rp 300 hingga Rp 320 per lembar kertas suara. “Jadi nanti variasi, karena surat suara Presiden dengan surat suara Legislatif ini kan beda, lembaran nya beda. Lebih lebar legislatif,” imbuhnya.
Meskipun sudah memiliki tugas dari internal KPU, Thoha juga terus menghimbau untuk mengecek dahulu kertas suara yang akan dilipat.
“Ini untuk mengantisipasi jika detail surat suara terjadi salah cetak ataupun ditemukan kerusakan sebelum didistribusikan untuk digunakan di hari pencoblosan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Thoha juga menekankan petugas lipat yang terlibat agar tak berafiliasi dengan partai politik untuk menghindari terjadinya kecurangan pada saat dilakukan proses pelipatan surat suara di Gudang KPU Balikpapan.
Sementara itu, Ana Andriana (68) salah satu warga yang terlibat mengaku sangat senang bisa terlibat dalam petugas ad hock di Pemilu 2024.
“Ini baru pertama, jadi kemarin itu sempat kaget sehingga hanya mampu menyelesaikan 200 surat suara, tapi hari ini sudah ada persiapan jadi bisa lebih, saya target hari ini 500 surat suara saya lipat,” katanya.
Ana mengaku ingin ikut berpartisipasi bukan hanya untuk ikut terlibat namun juga untuk mencari pengalaman bagaimana menjadi petugas yang ada di balik layar sebelum pemilu itu berlangsung.
“Kalo untuk honor saya belum ada dapat informasi berapa nantinya, yang penting berikan yang terbaik dulu,” akunya. #
Reporter: thina | Editor: Wong