BERITAKALTIM.CO – Dalam suasana yang penuh kegembiraan, Wali Kota Samarinda bersama Polresta serta Forkopimda dalam mengumumkan keberhasilan panen padi di lahan seluas 130 hektar.
“Ini merupakan hari yang bersejarah bagi kita semua, terutama para petani dan juga Pemerintah Kota (Pemkot) yang telah bekerja keras mendukung dan membantu petani,” ujar Wali Kota dalam sambutannya pada Rabu (6/3/2024).
Kegiatan panen yang berlangsung hari ini tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga menjadi jawaban atas berita hoaks yang menyebutkan adanya krisis beras nasional.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Samarinda bahwa stok beras kita aman hingga bulan Juni,” tegasnya.
Andi juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam membaca informasi dari berbagai sumber yang tidak jelas, termasuk video YouTube dan podcast, yang menyebarkan isu krisis beras.
“Cadangan beras di Samarinda aman,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya situasi politik yang kondusif dan aman bagi aktivitas petani dan masyarakat.
“Kita sudah siap untuk cadangan Idul Fitri dan dengan panen ini, stok beras kita akan bertambah,” ucapnya.
Pemkot Samarinda bersama Kapolres dan Dandim telah melakukan pengecekan dan rapat untuk memastikan stok pangan dan harga beras.
“Jika ada kenaikan harga sekecil apapun, saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pangan,” jelas Wali Kota.
Dalam upaya meningkatkan produksi pangan, Wali Kota juga mengumumkan rencana untuk mengubah lahan bekas tambang menjadi sawah.
“Kami akan berbicara dengan yang berwenang untuk mengubah lahan tersebut menjadi lahan produktif,” ungkapnya.
Lahan pertanian di Samarinda dilindungi oleh Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan telah masuk ke dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang menjamin tidak akan ada perubahan fungsi lahan.
Panen hari ini melibatkan lima kelompok tani, yang terdiri dari 32 orang petani.
“Kami akan terus mendukung dan berkoordinasi dengan para petani untuk memaksimalkan bantuan,” kata Wali Kota.
Masalah irigasi juga menjadi perhatian, dengan rencana perbaikan jalur air irigasi paling lambat pada APBD 2025.
“Kami berkomitmen untuk membantu para petani dengan segala kebutuhan mereka,” tutup Wali Kota. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong