BERITAKALTIM.CO – Iman Sumantri, General Manager (GM) Bigmall Samarinda, mengungkapkan bahwa sistem cashless telah diterapkan sejak tahun 2019 di mal tersebut. Pengunjung yang memiliki uang elektronik dapat dengan mudah melakukan TITO (tap in tap out) saat memarkir kendaraan mereka.
Namun, Iman menyadari bahwa sosialisasi terkait sistem ini mungkin belum maksimal.
“Dari tahun 2019, kami sudah menerapkan sistem cashless di Bigmall Samarinda. Namun, kami akui bahwa sosialisasi terkait sistem ini mungkin kurang optimal,” ungkap Iman Sumantri pada saat diwawancarai, Kamis (25/4/2024).
Iman menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi oleh Bigmall Samarinda adalah kapasitas parkir yang sering kali melebihi batas terutama pada akhir pekan.
Iman mengatakan bahwa pada hari Sabtu, kapasitas parkir masih cukup memadai, namun pada saat musim liburan Lebaran, perlu diterapkan sistem buka-tutup parkir karena pengunjung cenderung bertahan lebih lama di mal tersebut.
“Kapasitas parkir pada hari Sabtu masih cukup, hanya saja pada saat musim liburan Lebaran kemarin, kami harus menerapkan sistem buka-tutup parkir karena pengunjung bertahan cukup lama di Bigmall,” jelas Iman.
Terkait dengan kendaraan yang parkir di luar area Bigmall, Iman menjelaskan bahwa hal ini merupakan kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub). Bigmall Samarinda hanya bertanggung jawab atas pengelolaan parkir di dalam area mal.
“Kendaraan yang parkir di luar area Bigmall kami kembalikan kepada Dishub karena bukan kewenangan kami. Kami hanya bertanggung jawab atas pengelolaan parkir di dalam Bigmall,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Bigmall Samarinda terus berupaya menghadirkan inovasi dalam mengatasi tantangan parkir dan memastikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi pengunjung.
“Meskipun demikian, kerjasama dengan pihak terkait seperti Dishub menjadi penting dalam menangani kendaraan yang parkir di luar area mal,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong