BERITAKALTIM.CO – Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun yang sekaligus menjabat sebagai Wali Kota Samarinda mengungkapkan bahwa dirinya berpotensi maju melalui jalur independen pada Pemilihan Walikota Samarinda yang akan berlangsung bulan 27 November mendatang.
Menurutnya, langkah ini bukanlah inisiatif pribadi, melainkan dorongan dari masyarakat Samarinda yang ingin melihatnya memimpin kota untuk lima tahun ke depan.
“Jalur independen itu bukan inisiatif dari saya, tapi dari masyarakat. Ini murni inisiatif dari masyarakat, dan tentu saya harus menghargai keinginan itu,” kata Andi Harun pada saat diwawancarai, Rabu (1/5/2024).
Andi mengklaim bahwa sekitar 60 ribu KTP telah terkumpul sebagai dukungan untuk pencalonannya melalui jalur independen, menunjukkan mayoritas keinginan masyarakat agar ia tetap di posisi walikota.
Kendati demikian, ia tetap bersabar dan mengikuti perkembangan dinamika politik yang ada.
“Saya juga menunggu perkembangan dinamika politik kedepan. Bersabar saja mengikuti prosesnya dan tidak perlu gerasa gerusu,” ujarnya.
Sebelumnya beredar kabar mengenai retaknya hubungan Andi Harun dengan para pengurus DPP Partai Gerindra. Keretakan itu dipicu oleh dugaan ‘menduanya’ Andi Harun pada Pileg 14 Februari 2024 lalu. Andi Harun disebut-sebut setengah hati untuk mensukseskan kader Gerindra menuju anggota DPR RI, dan membantu calon DPR lain yang bukan dari Partai Gerindra.
CARI DUKUNGAN PARPOL
Andi Harun menyatakan, walaupun merencanakan maju dari jalur independen tapi dirinya sedang membangun komunikasi politik dengan beberapa partai politik di Kalimantan Timur. Dia menekankan pentingnya dukungan partai politik serta sumber daya logistik yang memadai untuk maju dalam Pilkada.
“Karena untuk maju Pilkada itu kan tidak mudah, apakah saya mendapat dukungan Parpol? Kemudian sumber daya logistik yang cukup, itu juga saya harus ukur,” tuturnya
Ia juga menambahkan bahwa harus mendiskusikan keputusan ini dengan keluarga.
Mengenai arahan dari DPP Partai Gerindra, Harun menyatakan bahwa belum ada instruksi khusus yang diterima.
“Di internal Partai Gerindra tidak dikenal surat penugasan. Jadi nanti ada proses, apakah dibuka melalui penjaringan dari partai atau hal lainnya,” ungkapnya
Politisi partai Gerindra ini juga menegaskan bahwa ia akan terus mengikuti perkembangan dinamika politik dan menunggu petunjuk lebih lanjut dari DPP Gerindra mengenai model yang akan digunakan dalam penjaringan calon.
“Kita ikuti dulu perkembangannya. Apakah saya lewat Parpol atau sebaliknya (independen). Tapi yang penting saya menunggu dinamika di masyarakat,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong