BeritaKaltim.Co

Disnaker Trans dan Sosial Nunukan Menanggung Biaya Perawatan TKI Terlantar Rp250 Juta

abdul-karim1NUNUKAN, BERITAKALTIM.com- Disnakertrans dan Sosial Nunukan mengaku telah menutup anggaran perawatan eks TKI terlantar yang dirawat di Rumah Sakit Umum Kabupaten Nunukan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan Abdul Karim membantah pihaknya masih menanggung utang biaya perawatan eks TKI terlantar selama 2 tahun dirawat Rumah Sakit Umum Kabupaten Nunukan.

“Anggarannya ada kita bayar tahun ini. Besarannya Rp280 juta untuk tahun 2013.Tahun ini yang 170 juta lain hitungan, kan masih berjalan, jangan dibilang dua tahun. Model tidal ada perhatian kita.” Ujar Abdul Karim Selasa (30/06/2015).

Anggaran perawatan bagi eks TKI yang terlantar menurut Abdul Karim, sebelumnya berada di rumah sakit. Namun adanya rapat nomenklatur anggaran kemudian dipindahkan ke Dinsosnakertrans.

“Itu dulu rumah sakit menganggarkan, tiba-tiba rapat nomenklatur itu dipindahkan ke sosial. Karena menurut aturan tidak bisa di sana, otomatis dengan sendirinya. Masak utangnya pindah, tapi uangnya tidak dikasih ke saya. Seharunya uang yang diusulkan dari rumah sakit itu dipindahkan masuk ke saya, dikasihlah 500 juta . Ini yang kita bayar, sisanya 250 juta tahun ini yang kita gunakan juga,” imbuh Abdul Karim.

Sebelumnya Rumah Sakit Umum Daerah kabupaten Nunukan mengklaim Dinas Sosial masih menanggung pembiayaan perawatan 61 eks TKI terlantar yang dirawat di RSU pada tahun 2014. Anggaran perawatan yang ditanggung Rumah Sakit Umum Kabupaten Nunukan sebesar 250 juta dilimpahkan ke Dinas Sosial. Tahun 2015 hingga bulan Mei, RSU Kabupaten Nunukan telah merawat 37 eks TKI terlantar dengan tanggungan pembiayaan sebesar 170 juta rupiah. #dim

 

Comments are closed.