BeritaKaltim.Co

Fery Pengangkut Kuda Lumping Karam, Satu Penumpang Tewas

Jasad korban tenggelam, setelah dievakuasi.
Jasad korban tenggelam, setelah dievakuasi.

TENGGARONG, BERITAKALTIM.COM – Diduga karena kelebihan muatan dan terhantam ombak satu unit fery tradisional bernama KM.Sely yang mengangkut dua unit truk berisi rombongan kru kuda lumping tenggalam sekitar 40 meter sebelum berlabuh di Pelabuhan Fery RT 14, Dusun Serbaya, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kuka. Akibat insiden yang tejadi pada Minggu (27/9/2015) kemarin sekitar pukul 04.30 dinihari itu, satu penumpang tewas tenggalam sementara 46 penumpang lainya berhasil menyelamatkan diri.

Menurut informasi yang dihimpun, korban tewas bernama Sardi (45) warga Jalan Kopi, RT 16, Dusun, Spontan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran. Sementara kapal Fery yang tenggalam milik warga setempat bernama Muhaammad. Saat kejadian kapal naas tersebut dinahkodai Farabi (35). Dua unit truk yang ikut tenggelam merek Mitsubishi bernomor polisi KT 8673 MV yang dikemudikan Deby Arya Wijaya dan KT 8722 MQ yang dikendarai oleh Gianto. Kedua truk tersebut bermuatan 47 orang kru kuda lumping yang terdiri dari 37 laki-laki dan 10 perempuan. Truk tersebut juga memuat satu set peralatan kuda lumping.‎

Menurut keterangan salah seorang korban yang selamat bernama Yoga (18) yang juga anggota rombongan kuda lumping. Kejadian bermula Pada Sabtu (26/9/2015) sekitar pukul 23.50 Wita, saat itu rombongan kuda lumping baru selesai mengisi acara di Desa Sebulu Modern.

Setelah membereskan semua perlengkapan ke dalam dua unit truk rombongan mulai bergerak pulang menuju kediaman mereka di Samarinda Seberang. Awalnya rombongan hendak pulang melalui Jalur Separi namun karena sopir truk tidak hafal jalan, rombongan kembali melalui jalur Tenggarong dengan terlebih dahulu menyeberang sungai menggunakan Fery Tradisionnal.

“Sempat juga katanya mau lewat jalur darat langsung tembus ke Separi dan simpang tiga patung Lembuswana, tapi sopirnya gak hafal jalan, jadi balik lagi kita nyebrang sungai lewat fery,”ujar Yoga.

Hal senada disampaikan salah seorang ABK Kapal bernama Saparuddin (27). Menurutnya begitu rombongan kuda lumping yang menggunakan dua unit truk masuk ke kapal, kapal langsung berlayar untuk menyebrang. Saat berada di tengah sungai, tiba-tiba sebuah kapal LCT melintas dengan kecepatan cukup tinggi dan menimbulkan gelombang yang cukup besar. Akibat gelombang tersebut Fery mulai kemasukan air.

Nahkoda yang menyadari kondisi tersebut, menambah kecepatan kapal agar segera sampai di tepian sungai sebelum kapal tenggelam. Namun naas fery keburu tenggalam sekitar 40 meter dari pelabuhan.” Karena jaraknya tidak terlalu jauh dari tepian sungai, para penumpang dan ABK langsung berenang ke tepian menyelamtkan diri, belakangan baru kami tau ada satu penumpang yang hilang,”ujar Saparuddin

Begitu mengetahui ada korban yang hilang, warga langsung menghubungi pihak kepolisian yang langsung menurunkan tim sar. Setelah lebih dari 12 jam pencarian, sekitar pukul 15.30 Wita korban akhirnya temukan dalam kondisi tak bernyawa di dasar sungai yang berjarak sekitar 6 meter dari lokasi kapal tenggelam. Jasat korban ditemukan olah seorang penyelam tradisional.

“Kemungkinan korban tidak bisa berenang sehingga terbawa arus sungai, kasus ini masih dalam penyelidikan petugas sebagai barang bukti polisi mengamankan bangkai kapal fery dan truk yang tenggelam,”ujar Kapolres Kukar AKBP Handoko melalui Kapolsek Sebulu AKP Zarma Putra. #Wn

Comments are closed.