BeritaKaltim.Co

Presentasikan Program di hadapan tim Dewan Pertimbangan Adipura

PRESENTASI. Wali Kota Syaharie Jaang didampingi sejumlah pejabat Pemkot Samarinda saat memaparkan program Adipura di Jakarta, kemarin.
PRESENTASI. Wali Kota Syaharie Jaang didampingi sejumlah pejabat Pemkot Samarinda saat memaparkan program Adipura di Jakarta, kemarin.

JAKARTA, BERITAKALTIM.COM – Kota Samarinda telah ditetapkan masuk nominasi calon penerima penghargaan Adipura. Untuk kepentingan tersebut, Rabu (4/11/2015) kemarin, Wali Kota secara khusus diundang memaparkan program pembenahan lingkungan dan Adipura selama ini.

Terutama selama lima tahun belakangan saat dirinya diamanatkan memimpin Samarinda. Pemaparan dilakukan di hadapan tim Dewan Pertimbangan Adipura.
Selama kurang lebih satu jam, Wali Kota diberi kesempatan memaparkan sejumlah program yang telah dilakukan selama ini dalam rangka menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan Kota Samarinda.
Ia didampingi sejumlah pejabat seperti Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sugeng Chairuddin, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Dadang Airlangga, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Abdul Azis, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Robby
Hartono, serta Staf Ahli Bidang Pembangunan Endang Liansyah. Ada banyak hal yang ia paparkan.
Mulai dari kebijakan pembangunan pemikiran masyarakat berwawasan lingkungan dengan menggencarkan penyuluhan dan sosialisasi, operasi yustisi untuk menjaga kebersihan, hingga sanksi bagi yang melanggar. Bahkan perusahaan swasta yang dianggap melanggar lingkungan juga tidak
canggung untuk diberi sanksi.
Di sisi lain, kegiatan penghijauan juga terus dilakukan di sejumlah kelurahan dan kecamatan dalam rangka mengejar target Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen dari total luas wilayah keseluruhan sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang (UU).
“Di samping itu, kami juga terus mengimbau masyarakat untuk membiasakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Red). Kemudian untuk menumbuhkan semangat berbenah, setiap tahun kita adakan kompetisi dengan melakukan penilaian lomba HBS (Hijau Bersih dan Sehat, Red) antar RT dan kelurahan,” terang Wali Kota dalam kegiatan pemaparan yang dipusatkan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat itu.
Di samping itu lanjut Wali Kota, upaya untuk mengolah sampah dengan sistem 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) juga terus dilakukan dalam rangka mereduksi sampah. Bahkan kini peran serta masyarakat untuk menekan jumlah sampah bisa hingga mencapai 60 persen.
“Di sisi lain, peran pihak swasta juga cukup besar. Ada yang bantu kontainer sampah, mobil pengangkut sampah, gerobak, hingga menata taman,” tuturnya.
Semua ini terang dia, dilakukan sejak awal menjabat 2010 lalu. Bahkan pertama kali menjabat, istrinya yang juga Ketua TP PKK Samarinda Puji Setyowati mengajak semua istri camat dan lurah untuk belajar pengelolaan lingkungan ke Surabaya. Hasilnya kini sudah banyak perubahan wajah Kota Samarinda.
“Di samping itu dalam hal kebijakan anggaran, setiap tahun kita juga menyiapkan dana yang cukup dari APBD untuk pengelolaan lingkungan,” terang Wali Kota di hadapan tim Dewan Pertimbangan Adipura.
Selain itu, sudah banyak pula payung hukum yang diterbitkan untuk mendukung kelestarian lingkungan di Kota Tepian.
Mulai dari peraturan pengelolaan sampah, peraturan waktu membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), peraturan tentang operasi yustisi sampah, peraturan tentang penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang yang open dumping dan diganti dengan pengoperasian TPA Sambutan dengan sistem sanitary land fill, hingga kerja sama dengan rumah sakit terkait pengelolaan sampah medis.
“Kemudian di sekolah juga kita akan memasukkan muatan lokal terkait lingkungan di dalam kurikulum belajar. Semoga ini (Adipura, Red) bisa menjadi kado indah kami bersama Pak Nusyirwan (Wakil Wali Kota, Red) yang akan mengakhiri masa jabatan pada 23 November mendatang. Jadi biarpun menjelang akhir masa jabatan, kita tetap mempunyai tanggung jawab untuk menuntaskan sejumlah program yang ada,” pungkas Wali Kota. #hms6

Comments are closed.