BeritaKaltim.Co

Pembuatan KTP Masih Dikeluhkan Warga Bulungan

Foto 3 Pembuatan KTPTANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), berjalan lamban. Akibatnya, ratusan warga mengeluhkan atas lambatnya pelayanan pembuatan kartu indentitas diri ini.

Setidaknya inilah yang dirasakan oleh warga dari Tanah Kuning dan Pendada sekitarnya. Menurut mereka, berulang kali mendatangi Kantor Disdukcapil untuk menanyakan pengurusan pembuatan KTP-nya, namun tidak kunjung selesai.

Keluhan warga ini patut disokong. Sebab, selain KTP mereka gunakan untuk keperluan mencari kerja. Juga, yang sangat dirasakan selama pengurusan KTP tersebut adalah besarnya biaya transfortasi yang mereka harus keluarkan.

“Yang kami keluhkan ini terkait keterlambatan pembuatan KTP tersebut adalah biaya turun naik ke Tanah Kuning – Tanjung Selor. Sebab bukan perjalanan dekat, tepai memakan waktu berjam-jam dalam perjalanan,” keluh mereka di halaman kantor Disdukcapil Bulungan, Rabu (17/2/2016).

Sama yang dialami oleh Mail (41). Warga Pendada ini mengaku setiap hari Selasa harus turun ke Tanjung Selor untuk mempertanyakan KTP yang diajukan di kantor Disdukcapil, tapi belum juga kelar. Kepada pihak petugas Disdukcapil ia hanya mendapat jawaban, sabar nanti akan disampaikan jika KTP tersebut sudah selesai.

“Kalau kami tanya bagaimana urusan KTP, petugas Disdukcapilnya hanya bilang tunggu yang sabar. Akan dikabari kalau sudah selesai,” timpalnya menirukan petugas Disdukcapil.

Menurut Mail, pembuatan KTP ini sebenarnya tidak dikenakan biaya. Hanya saja kenapa warga khususnya dari Tanah Kuning dan Pendada mengeluarkan banyak biaya hanya sekedar mengurus KTP, karena datang ke Tanjung Selor, memakan waktu satu hari. Akibatnya, mengeluarkan biaya paling sedikit 200.000 per orang.

Sementara itu, Nasir (51), mendesak Pemkab Bulungan untuk mengevaluasi petugas yang menangani pembuatan KTP. Sebab jika terus begitu, maka yang banyak dirugikan adalah masyarakat. Apalagi KTP manual sudah tidak berlaku lagi.

“Kami mohon kepada Pak Bupati yang baru ini, supaya mengevaluasi petugas pembuat KTP. Sebab kami yang rugi. Urusi KTP orang dewasa saja tidak beres. Apalagi urusi lagi KTP anak-anak yang akan berlaku bulan Maret ini,” ujarnya.

Persoalan KTP di Bulungan ini diakui oleh anggota DPRD Provinsi Kaltara, Ambo Intang, persoalan yang sudah lama berlangsung. Bahkan saat melakukan reses pertengahan tahun 2015 lalu, yang menjadi keluhan warga Pendada adalah KTP. Bahkan keluhan yang sama kembali terulang di tahun ini.

Oleh karena itu, dirinya mengaku heran menyikapi persoalan KTP di Bulungan yang tidak pernah ada penyelesaiannya.

Kepala Disdukcapil Bulungan saat dikonfirmasi mengenai lambannya pembuatan KTP ini, hingga berita ditulis belum berhasil ditemui. Tidak diperoleh informasi mengenai keberadaan kepala dinas tersebut. #Nay/Ism

Comments are closed.