TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Sejak digunakan oleh Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto mendarat pada tahun 1984 silam, keberadaan Bandar Udara Bunyu ini nyaris tak pernah lagi terdengar di telinga. Padahal Bandar Udara di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) ini, tak jauh beda dengan Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Kemiripannnya, karena Bandar Udara Bunyu ini juga ujung landasannya sama-sama berada diujung bibir pantai. Bahkan, jauh lebih panjang dibanding dengan Bandar Udara Tanjung Harapan, Tanjung Selor. Hanya saja, kenapa Bandara Tanjung Harapan ini mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Kaltara, karena posisinya kini berada diibukota provinsi.
Oleh Pemprov Kaltara pun, sekarang ini sudah mengembangkan pembangunan Bandar Udara Tanjung Harapan, melalui penambahan runway-nya. Dan targetnya, Juli 2016 ini sudah bisa difungsikan oleh pesawat boeing.
Nah, sukses menambah perpanjangan runway Badar Udara Tanjung Harapan, kini Pemprov Kaltara, mulai menyebut-nyebut keberadaan Bandar Udara Bunyu. Baru-baru ini, Pemprov Kaltara mengaku melirik Bandar Udara tersebut untuk dikembangkan.
Pengembangan Bandar Udara Bunyu ini disampaikan langsung oleh Gubernur kaltara Irianto Lambrie. Oleh Irianto berencana akan mengembangkan Bandar Udara yang ada di Pulau Bunyu ini.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara dari Komisi III, Rahman Padengka, menyambut baik rencana Pemprov Kaltara untuk memfungsikan kembali Bandar Udara Bunyu ini. Pasalnya, Bunyu masuk dalam pulau terluar di Indonesia yang menyimpan banyak potensi sumber daya alam. Ada minyak dan gas, bahkan tambang batu bara dan beberapa potensi lainnya. Sehingga perlu didukung fasilitas Bandar Udara.
Selain itu, kata Rahman Padengka, dengan tersedianya Bandar Udara Bunyu, otomatis wisata bahari yang dimiliki Bunyu selama ini, akan menjadi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Terlebih Bunyu menyimpan potensi wisata bahari yang tak jauh beda dengan wisata bahari daerah lain di Indonesia.
“Di Pulau Bunyu ini, banyak tempat wisata bahari. Bahkan disana ada lapangan golf yang representatif. Tapi gaungnya kurang terekspos. Oleh karena itu, Bandar Udara disana perlu dihidupkan kembali supaya Bunyu tak terisolir,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini kepada awak media.
Saat ini, Pulau Bunyu memiliki jumlah penduduk sekitar 12 ribu jiwa dengan luas wilayah mencapai 180 Km. Posisi Pulau Bunyu ini berbatasan langsung dengan perairan Malaysia dan Filipina. Sehingga cukup rawan dari segi keamanan karena menyimpan potensi alam yang banyak member kontribusi kepada daerah selama ini. Potensi minyak dan gas saja, telah menyimpan cadangan yang masih sangat banyak untuk puluhan tahun ke depan.
“Karena itu, pengembangan Bandar Udaranya memang perlu. Kalau bisa disana dijadikan Bandar Udara Militer selain domestik,” kata Rahman. #Ism
Comments are closed.