BeritaKaltim.Co

Proyek Siapa yang Macet di Pantai Amal Tarakan?

TARAKAN, BERITAKALTIM.com- Sudah lebih setahun masyarakat yang tinggal di Pantai Amal merasa heran; kenapa material bangunan berupa cetakan batu gorong-gorong dibiarkan terlantar di kampung mereka? Salah seorang warga RT 15 Amal Baru, M Basrie, 52 tahun, mempertanyakan proyek yang dianggapnya tidak jelas tersebut.

“Kalau ini proyek pengaman pantai kenapa tidak ada papan nama?” komentar Basrie dan beberapa anggota masyarakat kepada Wartawan yang menyambangi lokasi itu, pekan tadi.

Tadinya, warga senang ada proyek yang mengubah pantai Amal menjadi lebih baik dan cantik. Namun sampai setahun bahan materian dibiarkan tergeletak di tepi pantai, sehingga sangat mengganggu kegiatan mereka untuk melaut. Warga nelayan di sana sulit menarik perahu ke darat setelah melaut karena terhalang tumpukan material gorong-gorong yang diisi pasir laut.

Basrie menceritakan, sepengetahuannya proyek sudah dimulai bulan Pebruari 2015. Namun mengherankan mereka karena tidak ada papan informasi seperti lazimnya sebuah proyek.

Tidak hanya Basrie yang terusik dengan proyek yang boleh dianggap siluman tersebut. Ketua LPM (Lermbaga Pertahanan Masyarakat) Pantai Amal Tarakan Timur, Yusuf, juga curiga ada yang tidak benar dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Yusuf mengakui sudah berinisiatif melaporkan hal tersebut ke Walikota Tarakan dengan tembusan ke Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda karena disebut-sebut proyek itu didanai oleh APBD Provinsi Kaltim. Walaupun tahun 2015 lalu Kota Tarakan sudah masuk Provinsi Kalimantan Utara, namun pendanaan proyek masih dari Kaltim.

Karena tidak juga mendapat penjelasan yang memadai, masalah itu oleh Yusuf dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Beberapa tembusan laporan juga disampaikan seperti ke Kajari Tarakan, Kajati Kaltim, Kapolda.

“Tapi, hingga saat ini sudah satu tahun lebih tak ada tanggapan,” ujar Yusuf.

Dari informasi yang diperolehnya, proyek tersebut bernama Proyek Pembangunan Pengamanan Pantai Amal Baru Tarakan. Pembangunannya sepanjang 100 meter dengan biaya Rp7 miliar. Belum ada konfirmasi ke pemerintah mengenai proyek tersebut. #SLP

Comments are closed.