BeritaKaltim.Co

Food Truck, Konsep Baru Bisnis Kuliner Di Berau

unnamed (4)Tanjung Redeb, BERITAKALTIM.COM – Konsep pengusahaan makanan menggunakan kendaraan, atau biasa disebut food truck kini memang tengah menjamur di Indonesia terutama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya. Bahkan, kini merambah hingga ke kota kecil seperti Kecamatan Tanjung Redeb yang merupakan ibukota Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Banyak kendaraan pribadi disulap menjadi tempat berjualan, tidak hanya makanan tapi juga buah-buahan. Simple dan bisa ditempatkan dimana saja sesuai dengan target pelanggan. Dipingir jalan, dikawasan keramaian, hingga taman bermain. Sekaligus tidak perlu menyewa tempat.
Namun, usaha beromset tinggi ini juga menyimpan risiko usaha yang tak kalah tinggi dan kerap berujung pada bangkrutnya pemilik usaha.
Salah satu pengusaha food truck, Trisna Bayu Aji (36) saat ditemui di Tepian Teratai, Jalan Pulau Derawan, Minggu (6/11/2016) menceritakan, konsep awalnya dirinya menjalankan bisnis food truck merupakan dorongan salah satu teman seperantauannya selama 11 tahun di Kota Bandung, Jawa Barat, yang kini telah menjadi artis ibukota yakni Agung Santoso atau yang dikenal dengan Agung Hercules.
Agung Hercules yang juga atlet binaraga itu menyarankan dirinya yang selama ini berjualan “Bakso Bedjo” hanya menggunakan sepeda motor agar mencoba meralih ke food truck.
“Tadinya saya pakai motor, disini 1 tahun setengah pakai motor keliling-keliling. Lama-lama mas Agung dopping (dorong –red) terus, udah pakai mobil aja. Saya biasanya pakai motor dapat segini, pakai mobil 3 kali lipatnya kata Agung Hecules,” beber pria anak satu ini.
Usaha ini berprospek bagus karena bisa ditempatkan dimana saja alias tidak perlu menyewa tempat atau ruko yang mahal. Namun tak bisa dipungkiri, lanjut Mas Bedjo (sapaan akrabnya –red), investasi awal untuk menjalankan bisnis food truck membutuhkan dana tidak sedikit. Pendanaan itu untuk permodalan pembelian kendaraan dan memodifikasi konstruksi dapur.
“Yah sudah spekulasi, coba-coba saya minta desainnya dari sana. Terus saya pikir ada betulnya sih, baru puasa kemarin coba mobil ini. Ternyata memang benar apa yang dikatakan Mas Agung itu,” ujar Mas Bedjo yang hanya menjual bakso dalam foot truck miliknya itu.
Food truck yang ada di Berau memang pada umumnya berbeda dengan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Dimana, bisnis food truck sudah cukup bagus karena menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi dengan baik, meski masih sebatas mobil jenis pick up dengan dimensi sekitar 2,2 meter x 1,5 meter dengan ketinggian bervariasi. Bahkan, masih banyak yang konvesional menggunakan mobil pribadi jenis city car.
“Anggota ada 8 yang keliling pakai motor, kalau mobil ada 2. Yang 1 belum jadi, rencana minggu depan keluar dan ditempatkan di tepian Bandara,” tambahnya.
Ketika menggunakan sepeda motor, dijelaskan Warga Gang Karet, Jalan Cut Nyak Dien ini, dirinya hanya mampu menjual bakso antara 40 sampai 50 porsi per harinya. Kini setelah menggunakan food truck, setidaknya dirinya bisa melayani 100 hingga 150 pelanggan. Kedepannya, ia berencana akan menambah menu baru dalam jualannya yakni mie pangsit.
“Kalau pakai mobil itu, kesannya unik yah. Disamping itu, kayaknya kebanyakan konsumen itu, kalau jualan sama saya (katanya) penasaran bakso Bedjo pakai mobil. Rasanya kayak apa sih, kan gitu.
Kadang orang lewat, mampir dan pengen cicipin bakso Bedjo. Ohh ternyata betul sesuai nama Bedjo, katanya begitu,” jelasnya seraya tertawa.
Masyarakat Berau khususnya yang berada di Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya, diungkap Mas Bedjo, dapat menjumpai food truck miliknya mulai pukul 14.00 wita hingga 23.00 wita. Ia biasanya berjualan di kawasan Keluharan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur dan Tepian Teratai, Kecamatan Tanjung Redeb.
Sementara itu, salah satu pelanggan Bakso Bedjo, Dewi menilai, konsep bisnis food truck akan lebih menjanjikan dan diminati masyarakat sebab terlihat lebih higenis dan terjaga. Selain itu, tentu juga harga jual-belinya tetap sama dengan penjual bakso lainnya yang menggunakan gerobak ataupun warung dan sebagainya.
“Saya sudah beberapa kali beli, ternyata enak. Terus, kelihatannya juga lebih bersih dan rapi,” pungkasnya.#MAR

Comments are closed.