BeritaKaltim.Co

Dukung Aksi 4 November, Ribuan Umat Muslim Kabupaten Berau Padati GOR Pemuda

unnamed (1)Tanjung Redeb, BERITAKALTIM.COM – Bertempat di Lapangan GOR Pemuda, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanjung Redeb, ribuan umat muslim yang mengenakan atribut putih dan putih serta membawa bendera Merah Putih berkumpul untuk menggelar aksi demo damai. Massa yang berkumpul sejak pukul 13.30 wita, Jum’at (4/11/2016) ini menyuarakan dukungan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat atas kasus dugaan penistaan agama Islam yang dilakukan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap di sapa Ahok.
Menurut pantauan dilapangan, selain dihadiri Ketua MUI Berau Abdul Hafid dan beberapa tokoh agama Islam di Kabupaten Berau, aksi demo damai itu juga dihadiri Bupati Berau Muharram, unsur Muspida serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Berau. Bahkan, dalam kerumunan massa yang selalu menyuarakan takbir dan tangkap Ahok ini, tampak beberapa anggota DPRD Berau yakni Jasmine Hambalie dan Najmuddin.
Koordinator Lapangan Aksi Demo Damai, Syafruddin mengatakan, selain merupakan bentuk dukungan akan Aksi Bela Islam II yang sedang berlangsung pada hari ini (4 November 2016) di Ibukota Indonesia, DKI Jakarta, aksi ini juga untuk memberikan mendukung fatwa MUI Pusat atas kasus dugaan penistaan agama Islam yang dilakukan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Ahok sehingga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus segera menangkap setiap penista agama tersebut.
Seperti diketahui, dalam sebuah potongan video, Ahok menuturkan, “Jangan mau dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51,” saat bertemu dengan warga Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Atas ucapan Ahok itu, MUI Pusat pun mengeluarkan fatwa dan menyatakan pernyataan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Ahok di Kepulauan Seribu dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.
unnamed (3)“Aksi ini kita laksanakan dalam bentuk dukungan kita terhadap pernyataan sikap Majelis Ulama Indonesia yang jelas mengecam ucapan bapak Gubernur DKI Jakarta, dalam hal ini Pak Ahok ketika beliau mengungkapkan tentang surat Al-Maidah ayat 51. Maka, dalam hal ini kita sebagai umat Islam merasa terusik, tercederai dan kita anggap beliau telah mencederai keberagaman antar umat beragama serta rasa demokratis untuk beragama di Indonesia,” ungkapnya kepada awak media disela-sela aksi demo damai, Jum’at (4/11/2016).
Di Kabupate Berau sendiri, lanjut Syafruddin, aksi ini digagas oleh MUI Kabupaten Berau. Yang juga didukung beberapa organisasi masyarakat (Ormas) Islam serta pengurus-pengurus masjid yang ada di Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya.
“Warga sekitar 1000 orang, sebagaimana memang dari daftar peserta yang sudah terdaftar dan tercatat,” lanjutnya.
Salah satu tuntutan masa, tambah Syafruddin, yakni menuntut agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera menindak tegas dan melakukan proses hukum kepada Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Ahok. Hal ini juga sebagaimana tuntutan MUI Pusat.
“Jadi untuk aksi ini, apakah dilakukan selanjutnya atau hanya berhenti disini, tentu kita akan melihat proses hukum. Apakah tetap dijalankan kepada Pak Ahok atau tidak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Muharram menilai, aksi demo damai kali ini mengindikasikan adanya persatuan umat muslim yang kuat di Indonesia khususnya di Kabupaten Berau. Semua bersatu dalam naungan MUI Kabupaten Berau.
Atas aksi ini, harap Muharram, umat muslim se- Indonesia maupun di Kabupaten Berau menjadi bangkit dan bangun kembali untuk mengkaji dan memahami kitab suci Al-Quran secara baik. Secara pribadi, Bupati juga menemukan beberapa poin-poin yang sesungguhnya sangat substansi, yang dihadirkan dalam aksi tersebut.
“Seluruh umat Islam harus menyakini dan memahami bersama bahwa penistaan Al-Quran, tentu bukan hanya sekedar apa yang diungkapkan oleh saudara Ahok. Termasuk, penistaan Al-Quran adalah ketika sebagian dari ayat-ayat Al-Quran, yang sesungguhnya melarang untuk melakukan perbuatan-perbuatan tertentu, tetapi justru dipamerkan perbuatan-perbuatan terlarang itu dihadapan orang banyak,” ucap Muharram dalam sambutannya.
unnamed (2)Bahkan, lanjut Muharram, penistaan itu terkesan demonstratif (mempertontonkan atau mempertunjukan). Sebagai Bupati Kabupaten Berau, ia pun menegaskan, jika suatu saat nanti di Kabupaten Berau ini ada sesuatu yang ingin dimusnahkan atau dihilangkan masyarakat Berau seperti, perbuatan maksiat yang melanggar ayat suci Al-Quran. Ia mengharapkan, umat muslim yang cinta dengan kitab suci Al-Quran untuk mendemo dirinya sebagai kepala daerah.
“Demo Bupati agar supaya kegiatan maksiat itu ditutup,” tambahnya seraya mengucapkan takbir sebanyak 3 kali dengan berapi-api.
Pemerintah daerah bersama masyarakat, kata Muharram, juga telah bersepakat agar di Kabupaten Berau bersih dari prostitusi dan minuman keras (miras) tidak boleh terjual bebas. Untuk itu, Muharram kembali mengajak masyarakat Berau untuk mengawal komitmen bersama tersebut.
“Mari kita kawal ini lewat Majelis Ulama. Dan saya sebagai Bupati Berau, tegur saya lewat demo seperti ini. Demo Pak Kapolres (AKBP Handoko –red) seperti kondisi ini dan insya Allah kita akan bersama. Itu adalah bagian dari menghargai dan menghormati firman-firman Allah swt. Mari kita kembali kepada Al-Quran,” pungkasnya.
Diketahui, aksi demo damai yang dikawal ketat personil Polres Berau ini berjalan aman dan lancar hingga selesai. #MAR

Comments are closed.