BeritaKaltim.Co

KEK MBTK Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

SAMARINDA, BERITAKALTIM.CO- Kawasan ekonomi khusus (KEK) MBTK (Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan) di Kabupaten Kutai Timur bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.

“KEK MBTK juga sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Kawasan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) di Provinsi Kaltim,” kata Gubernur Kalimantan Timur, H Awang Faroek Ishak saat mengunjungi kawasan tersebut sejak hari Kamis sampai Jumat lalu.

Menurut gubernur, investasi yang masuk ke kawasan tersebut bukan hanya sektor industri, tapi juga ke sektor pertanian, seperti pengusaha yang ingin mendirikan pabrik tepung pisang dan singkong. “ Potensi dan produksi singkong dan pisang cukup berlimpah di Kecamatan Kaliorang, Kaubun, dan Sangkulirang, dimana selama ini dikirim mentah-mentah ke ke Jawa Timur,” ungkapnya.

Gubernur juga meninjau usaha pengolahan singkong di Kadungan Jaya, Kecamatan Kaubun, panen pisang di Desa Selangkau, dan Panen Raya Padi di Desa Cipta Graha , Kaliorang. Awang Faroek menyebut itu apa yang dadat masyarakat adalah hasil dari pembangunan sarana dan saluran tersier yang memadai yangg dibangun Dinas Pekerjaan Umum Kaltim.

“Apa yang sudah dikerjakan pemerintah, memberi bermanfaat dan berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat, panen tiga kali setahun,” ucapnya.

Usaha perkebunan dan pengolahan singkong yang diresmikan gubernur, dikelola Koperasi Taruna yang mendapat dukungan permodalan dari BPD Kaltim, sangat bermanfaat bagi masyarakat petani setempat.

Awang Faroek juga meminta semua pihak mulai mempromosikan potensi wisata alam, pantai Jepu-jepu yg cukup indah dan menawan. Ia menyebut agar maju tinggal dukungan sarana transportasi yang perlu disinergikan antara Pemprov kaltim dengan Pemkab Kutim.

Soal kerusakan jalan nasional di Kutim, gubernur mengatakan, lebih karena faktor
overload muatan truk pengguna jalan dan longsor, sehingga perlu menjadi perhatian serius Dinas PUPR Kaltim dan Balai Jalan Nasional Wilayah XII yang membawahkan Provinsi Kaltim.

Awang Faroek menjelaskan, apa yang dilakukan Pemprov Kaltim di Kutim adalah gerakan pembangkit ( prime mover) bagi potensi-potensi sumber daya alam lainnya yang baru dan terbarukan di Kutim.

Kemudian, dengan tersedianya secara lengkap sarana dan prasarana infrastrukrur di KIPI Maloy akan menarik investor dibanyak bidang lainnya. KEK akan memacu pertumbuhan ekonomi rakyat dan daerah. Itu akan pasti akan berdampak positif dan harapan menuju masyarakat sejahtera kian menjadi kenyataan.

“Bangun daerah dengan kerja keras, gerak cepat dan tindakan tepat,” kata Awang Faroek.

Selama di Kutai Timur, Awang Faroek yang mantan Bupati Kutim, didampingi Bupati Kutim, H Ismunandar juga meninjau pelaksanaan dan kemajuan proyek jalan nasional mulai dari Samarinda-Bontang-Sangata, dan melihat Pelabuhan Kenyamukan dan sholat Isya di Islamic Centre Sangatta, sebelum ke Sangkulirang dan Maloy. #into
///////////////////////

Comments are closed.