TANJUNG SELOR, beritakaltara.com- Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), dipastikan akan menempatkan pasukan TNI ke wilayah perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara. Tiga dari 11 lokasi yakni di Long Nawang (Kabupaten Malinau), Long Midang dan Tau Lumbis (Kabupaten Nunukan) akan menjadi lokasi pembangunan markas TNI di perbatasan.
Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam, Laksamana Pertama (Laksma)TNI Semi Djoni Putra menegaskan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menkopolhukam untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekaligus meninjau ke lokasi yang penempatan TNI di perbatasan.
Sesuai arahan Menkopolhukam Wiranto, titik-titik lokasi mobilisasi pasukan TNI dari Jawa ke Kalimantan Utara harus sudah diketahui. Ada pun pergeseran personil TNI ke perbatasan ini akan dilihat dari jumlahnya, dan TNI yang disiagakan didominasi oleh TNI AL dan AD.
“Rencana pergeseran pasukan TNI ke wilayah perbatasan bakal dimulai tahun ini, setelah melalui pertimbangan dan dibahas bersama pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Biro Perbatasan Kaltara,dipastikan 3 lokasi prioritas utama untuk bangun markas TNI di perbatasan,” ungkapnya.
Dijelaskannya, setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihaknya lakukan koordinasi dengan Kementerian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sebab, beberapa titik lokasi markas TNI berada di kawasan hutan lindung dan konservasi meski persentasenya sangat kecil, hanya 0,09 persen dari kawasan hutan yang ada.
“Sekali lagi ini perintah langsung dari presiden,jadi tidak main-main.Setelah kembali dari, kami akan segera laporkan ke Pak Menteri.Untuk jumlah personil yang ditempatkan belum dapat dipastikan,mekanisme pembagian personil akan dibahas Kemenkopolhukam dengan Panglima TNI,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Bappeda Frederick Ellia Gugkang menegaskan, Tim telah menentukan 11 lokasi untuk penempatannya beberapa lokasi berada di kawasan strategis atau objek vital. Seperti di Kawasan Industri Tanah Kuning, lokasi PLTA, Pulau Bunyu dan beberapa lainnya.
“Kita optimistis Kaltara prioritas rencana pergeseran TNI di perbatasan, sebagai provinsi yang paling siap, letak geografisnya juga sangat strategis. Seperti diketahui, Kaltara memiliki garis perbatasan darat terpanjang yakni 1.170,35 kilometer (KM) atau kurang lebih sepanjang Pulau Jawa. Selain itu ada perbatasan laut, di sekitar Ambalat yang memiliki potensi migas sangat besar,” pungkasnya. #vir
Comments are closed.