BeritaKaltim.Co

Kabid SDA-PU Kaltim Abaikan Saran Komisi 3 DPRD

Soal Material Proyek Hilang:

SAMARINDA, BERITAKALTIM.CO- Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPRPR) Provinsi Kalimantan Timur, Ir Pamungkas, mengabaikan saran Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim, H Agus Suwandy yang meminta menjelaskan ke publik soal hilangnya material proyek penanggulangan banjir berupa 300 batang lebih sheet pile baja dan beton senilai Rp6,335 miliar.

“Saya sudah telepon Pak Pamungkas. Saya sarankan untuk memberikan klarifikasi soal hilangnya material proyek tersebut ke publik karena nilai material yang hilang, seperti di LHP BPK menyebut miliran rupiah,” kata Agus Suwandy.

Menurut Agus, disemua unit kerja di OPD (Organisasi Pemerintahan Daerah) pasti ada penanggungjawab barang. Siapa pegawai yang menjadi penanggung jawab barang tentu atasan tertinggi di unit-unit kerja yang tahu.

“Meski berang itu dibeli tahun 2011, tapi karena belum digunakan, maka harus diamankan unit kerja di OPD pengelola proyek,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Kaltim yang melakukan audit hingga Mei 2017 tak menemukan material proyek yang belum terpakai dikegiatan proyek penanggulangan banjir Samarinda 2011-2013 senilai Rp6,335 miliar.

Material proyek yang tak ditemukan itu antara lain 91 batang sheet pile beton W325A seharga Rp1,269 miliar, 218 batang tiang pancang beton D450 mm senilai Rp4,430 miliar, 71 batang sheet pile baja untuk Karang Mumus senilai Rp538,471 juta, dan 84 batang sheet pile baja untuk Karang Asam Kecil senilai Rp636,070 juta.

Material proyek itu bagian dari proyek MYC Penangulangan Banjir Samarinda Tahun 2011-2013 yang nilai total keseluruhan material proyek Rp30,764 miliar. Apabila dihitung nilai material proyek yang hilang Rp6,335 miliar prosentase yang hilang 20% lebih.

Materail proyek itu, kata BPK, berasal dari kontrak pekerjaan Pengendalian Banjir Sistem Karang Mumus Nomor:602/Bid-SDA/KPA/1834.P/XII/2011 tanggal 21 Desember 2011 senilai Rp310.659.999.000,oo kontraktor PT Waskita Karya.

Kemudian proyek Pengendalian Banjir Sistem Karang Asam Kecil dengan kontrak Nomor:602/Bid-SDA/KPA/1774/XII/2011 tanggal 7 Desember 2011 senilai Rp69.790.426.000,oo, kontraktor PT Hutama Karya, dan Proyek Pengendalian Banjir Sistem Loa Janan dan Rapak Dalam kontrak Nomor:602/Bid-SDA/KPA/1834.Q/XII/2011 tanggal 21 Desember 2011 senilai Rp155.371.899.000,oo kontraktor PT PT. Relis Sapindo Utama (RSU).

Kepala Bidang SDA-DPUPRPR Kaltim, Ir Pamungkas saat dihubungi melalui telepon selulernya hari Rabu (15/11) sebetulnya sudah berjanji akan memberikan klarifikasi hari Kamis (17/11), tapi saat hendak ditemui di kantornya, Pamungkas tidak ada. Stafnya menyebut Pamungkas setelah apel pagi keluar kantor.

Upaya mendapatkan klarifikasi seperti dijanjikan sejak hari Kamis hingga Jumat (18/11) tidak berhasil, saat dihubungi telepon selulernya dalam kondisi aktif tapi tidak menjawab. Saat pesan singkat dikirimkan ke teleponnya juga terkirim, tapi tidak dibalasnya.

Informasi terbaru yang diperoleh dari warga Jalan Perjuangan, tempat dimana sheet pile ditumpuk pengelola proyek menyebutkan, dulu material proyek dihampar di lahan terbuka, sering truk besar datang mengangkut sheet pile tersebut.

“Kami juga tidak bertanya, karena kami berpikir tentu hanya pengelola material yang berani mengambil. Warga biasa tidak bisa mencuri sheet pile itu karena untuk memindahkan ke truk perlu alat berat,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.#into

Comments are closed.