TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Rencana mengenakan batik Berau seminggu sekali, baik pegawai swasta, perhotelan Berau maupun PNS disambut baik oleh kalangan masyarakat. Termasuk Hj Indrawati SE Ketua Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Kabupaten Berau, yang juga wakil ketua Bidang Pariwisata dan Olah Raga Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Berau.
Menurut Iin panggilan akrabnya sehari, dengan adanya rencana dan akan ditetapkan menggunakan batik Berau, tentu akan semakin mengiatkan produksi batik di Kabupaten Berau.
Perputaran ekonomi dari pengrajin dan pemilik usaha semakin meningkat. Karena jumlah permintaan akan batik Berau meningkat tajam.
“Ini menjadi peluang usaha bagi mereka yang memang berkutat di konveksi, ataupun akan memulai usaha pengadaan batik Berau,” jelasnya.
Dari sisi ketenagaa kerjaan, peluang tenaga kerja terbuka untuk pengrajin batik. Disebutkan Iin kalau dirinya tengah mendengar akan ada pelatihan membatik di Gunung Tabur dengan mendatangkan trainner pembatik dari Yogyakarta.
“Merupakan kesempatan emas yang jangan dilewatkan begitu saja, bagi ibu rumah tangga atau masyarakat pada umumnya, tentunya yang berminat dan menyukai kegiatan membatik,” papar Iin yang juga ketua PPI (Purna Paskibraka Indonesia) Kabupaten Berau.
Sisi lain, dengan dikenakannya batik Berau baik itu di perhotelan, rumah makan, perusahaan swaata dan PNS, menandakan bahwa Kabupaten Berau telah memiliki batik seperti halnya Sasirangan di Banjarmasih, batik Kaltim, sarung Samarinda, maupun batik batik di pulau Jawa.
Karena selama ini, batik Berau belum memasyarakat, meski memang ada di produksi di Berau dan di pulau Jawa. MAR
Comments are closed.