Demi Pariwisata Kelas Dunia, Isran dan Muharram ke Seychelles di Afrika

oleh -735 views
Gubernur Kaltim Isran Noor ditemani Plt Sekdaprov Meiliana ketika memberikan cinderamata kepada Presiden Seychelles Danny Faure.

DEMI pariwisata kelas dunia. Begitulah tema perjalanan nun jauh yang dilakukan Gubernur Kaltim Isran Noor bersama Bupati Berau Muharram. Senin (18/3/2019), rombongan yang dilengkapi pula oleh Ketua DPRD Kaltim H Syahrun dan Plt Sekdaprov Meiliana serta dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menemui seorang Presiden sebuah negara bernama Republik Seychelles.

Ini negara kepulauan di Samudera Hindia. Atau sekitar 1.600 kilometer di sebelah timur Kenya, Afrika. Hanya berpenduduk sekitar 90 ribu jiwa, namun sektor pariwisata disebut-sebut menjadi ikon kemandirian ekonomi negara itu. Sebanyak 155 pulau yang tercatat dalam konstitusi mereka memiliki daya tarik para wisatawan mancanegara.

Isran dan Muharram ingin mengkopipaste keberhasilan pengelolaan sektor wisata negeri itu ke Pulau Maratua dan Derawan serta untaian pulau-pulau sekitarnya di Kabupaten Berau. Sektor pariwisata adalah salah satu “pintu masuk” menuju Kaltim Berdaulat yang menjadi cita-cita Isran Noor- Hadi Mulyadi dalam visi dan misi membangun provinsi Kalimantan Timur.

Rombongan Isran Noor menemui Presiden Seychelles Danny Faure di Istana Kepresidenan yang letaknya di ibukota negara, Victoria. Di sini, ada tiga bahasa yang akrab bagi warga setempat, yakni; inggris, perancis dan bahasa lokal Kreol. Sementara Gubernur Isran diketahui cukup fasih dalam bahasa perancis dan inggris.

Dalam rilis yang ditayangkan Humas Pemprov Kaltim di Instagram disebutkan pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Diawali dengan penyampaian adanya kesamaan geografis antara kawasan kepulauan Seychelles dengan Pulau Maratua dan Derawan di Kabupaten Berau, sehingga pemerintah berupaya untuk mengembangkan agar sektor itu mampu menjadi lumbung pendapatan daerah mengganti ketergantungan ekonomi dari eksploitasi sumber daya alam.

Dialog yang mengalir itu kemudian ibarat membuka lembaran memori lama antara pemerintahan Seychelles dengan Pemprov Kaltim. Presiden Danny Faure yang menjadi Presiden tahun 2016 silam mengakui dirinya mengetahui bahwa ada kerjasama antara Republik Seychelles dengan Kaltim.

Kerjasama itu sudah terjalin sejak tahun 2014. Ketika Danny menjabat sebagai Wakil Presiden Seychelles. Dia mengetahui adanya memori itu melalui Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia Nico Barito.

Presiden Danny menyampaikan kebijakan politik negerinya dalam pengembangan Seychelles sebagai destinasi wisata dunia. Di situ dia mengajak pemerintahan di Kaltim menjadi partner strategis untuk membangun pariwisata, terutama di kepulauan Maratua sebagai destinasi wisata dunia dengan konsep blue economic tourism, seperti Seychelles.

“Maratua bisa menjadi centre of Blue Economic toursm in Asia, seperti Seycheles di Benua Africa,” ujar Danny.

Presiden Seycheles punya konsep, yakni; membangun pusat pelatihan bagi pemuda yang siap menjadi tenaga kepariwisataan kelas dunia. Lantaran itu dia juga mengajak Isran Noor terlibat mewujudkannya. Mencapai cita-cita destinasi wisata kelas dunia, harus dengan persiapan yang menyeluruh, termasuk soal sumber daya manusia. Selain menyiapkan tenaga sektor pariwisata, juga melengkapinya dengan pelatihan pelaku dunia usaha dan budaya.

Pelatihan pemuda itu juga akan menjadi filter beredarnya penyelundupan narkoba. Diakui Presiden Denny, pengembangan pariwisata biasanya beriringan garis lurus dengan meningkatnya  penyelundupan Narkoba.  #le