TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Ballroom hotel Bumi Segah di Jalan Pulau Sambit Tanjung Redeb kembali dipenuhi para peserta yang mengikuti pelatihan atau workshop kostum karnaval yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.
Ini adalah tahun kedua pelatihan serupa digelar. Workshop dilaksanakan selama 3 hari yakni dari Sabtu (27/7) hingga Senin (29/7). Untuk itu, target kostum yang dihasilkan lebih banyak dari tahun sebelumnya yaitu 10 kostum dari tahun sebelumnya yang hanya 4 kostum.
Masih dengan tema yang sama, workshop kali ini lebih banyak diikuti peserta. Jika tahun lalu hanya 4 kelompok, kini ada 10 kelompok beranggotakan masing-masing 9 orang yang dipersilakan membuat kostum dengan desain lokal khas Berau. Kembali, wajah serius dengan penuh antusiasme terlihat mengikuti setiap step yang ada. Setiap detil pemasangan bagian-bagian kostum juga dilakukan secara seksama dan teliti oleh para peserta.

“Kebetulan ini baru pertama kalinya saya mengikuti workshop seperti ini, dan menurut saya sangat bagus. Apalagi ini adalah pengetahuan dan ilmu baru yang sangat bermanfaat bagi kita khususnya masyarakat Berau. Apalagi untuk desain yang dibuat juga khas Berau. Dan ini akan menjadi salah satu program yang dijalankan khususnya bagi saya sebagai salah satu Ulai Duta Wisata Berau 2019 untuk memperkenalkan kostum karnaval ini secara luas, ke semua kalangan masyarakat dan khususnya juga kaum remaja milenial. Jadi, akan sangat bagus jika gelaran workshop ini juga diperkenalkan khusus kepada remaja Berau,” jelas Ulai Duta Wisata Berau 2019, Aurelia Dzeta Amarca ketika ditemui di sela-sela pembuatan kostum.
Senada, Agai Duta Wisata Berau 2019, Wendy Hadi Wijaya, yang juga mengambil bagian dalam workshop mengatakan jika kegiatan yang diikutinya baru pertama kali ini sangatlah bagus. Apalagi untuk dirinya sendiri yang memang notabene baru setahun menetap kembali di Berau setelah lama tinggal di luar negeri.
“Ini sangat bagus, desain dan pola pengerjaannya juga. Apalagi saya lihat juga desain yang dibuat sangat khas Berau. Bisa saja ini diikutkan event bertaraf nasional atau bahkan internasional. Karena selama saya tinggal di luar negeri, yang saya lihat untuk parade dan sejenisnya mereka hanya menggunakan baju biasa, sedangkan yang kita punya ini sangat wah kostumnya. Saya rasa bisa bersaing di event skala tersebut,” terangnya.
Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini juga mendatangkan instruktur pembuat kostum karnaval dari Malang yakni Dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang, Agus Sunandar. Dikatakannya, untuk workshop ini selain melatih kreativitas, kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan potensi–potensi daerah terutama di bidang atraksi pariwisata yang output-nya akan ditampikan di sebuah karnaval, hal ini mengingat banyaknya event-event yang digelar di setiap daerah di Indonesia.
“Para peserta ini bisa menjadi pelopor bagi yang lainnya sehingga hal ini dapat menjadi budaya baru yang dapat dikembangkan. Dalam prosesnya di sini juga kami mengenalkan mulai dari pengenalan alat, pengenalan bahan, kemudian merangkai, membuat pola hingga jadi dan mencoba untuk menggunakannya,” tuturnya.
Semua hasil karya para peserta yang dikerjakan selama 3 hari akan dipamerkan kepada masyarakat Senin sore di sepanjang jalan Pulau Derawan. Tak hanya parade, para model yang menggunakan kostum tersebut juga bisa diajak berfoto atau berselfie oleh masyarakat, sama seperti tahun sebelumnya. #Mar/adv
Comments are closed.