Manfaatkan Helikopter Militer untuk Padamkan Kebakaran Lahan

oleh -126 views
Helikopter untuk memantau hutan di Berau.

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Meskipun sudah dipantau secara seksama setiap harinya, titik api yang berada di Berada masih cukup banyak. Bahkan, kebakaran lahan hampir terjadi setiap hari yang menyebabkan kabut asap menyelimuti hingga ke perkotaan.

Ditemui pada Selasa (13/8/2019) pada acara pelantikan dan sumpah jabatan mutasi pegawai di lingkungan Pemkab Berau, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengatakan akan mencari jalan lain guna menanggulangi hal tersebut, yakni dengan memanfaatkan helikopter militer milik Skadron 13 Serbu.

“Kita masih terus pantau perkembangan kebakaran lahannya, laporan juga terus saya terima, dan saat ini kondisi Berau sudah di berada di warna biru, dimana itu artinya aman. Tetapi bukan tidak mungkin memang bisa saja terjadi lagi mengingat ini juga hampir setiap hari terjadi kebakaran di titik-titik yang berbeda,” jelasnya sembari menunjukkan laporan pengamatan kebakaran lahan di telepon genggam miliknya.

Untuk itu, dikatakannya untuk hal ini juga sudah dibicarakan dengan Bupati Berau Muharram. Dirinya pun sudah menyarankan ke Bupati untuk melakukan rapat lengkap, mengundang Polres dan Kodim. Bahkan juga sudah berkoordinasi dengan beberapa kepala kampung yang daerahnya rawan kebakaran hutan dan lahan.

Karena, lanjut dia meskipun Berau memiliki unit pemadam kebakaran nyatanya itu tak mampu menyelesaikan permasalahan kebakaran lahan tersebut. Ini dikarenakan lokasi terjadinya kebakaran cukup jauh ditambahnya susahnya mencapai lokasi lantaran akses jalan yang kurang mendukung, serta jauhnya sumber air yang diperlukan sehingga pemadaman pun tidak bisa optimal dilakukan meskipun tim pemadam dan mobil merupakan unit lengkap.

“Saya juga sudah menyampaikan ke Bupati kalau kita bisa menggunakan helikopter militer milik Skadron kita untuk membantu proses pemadaman. Ya meskipun untuk itu harus mengeluarkan biaya lagi guna membeli alat bantu semprot airnya yang dipasangkan ke helikopter. Tetapi saya rasa itu tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian yang ada yang disebabkan oleh kebakaran lahan tersebut,” tambahnya.

Selain itu, faktor kesehatan juga perlu dipertimbangkan. Dengan adanya kebakaran terus menerus yang mengakibatkan kabut asap, tentunya sangat tidak bagus bagi masyarakat. Selain mengurangi jarak pandang berkendara, juga bisa menyebabkan penyakit. Tak hanya itu, bisa juga menganggu penerbangan di Bandara Kalimarau seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. #mar/adv