BeritaKaltim.Co

Di Tengah Keterbatasan, Atlet Muda Bontang Tunjukkan Taring di Kejurprov Panjat Tebing

BERITAKALTIM.CO – Keterbatasan fasilitas dan persiapan yang terbilang singkat tak menghalangi atlet muda panjat tebing Bontang untuk tetap menunjukkan daya saing. Dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur Kaltim 2026 di Samarinda, mereka sukses membawa pulang empat medali.

Hasil tersebut terdiri dari dua medali perak dan dua perunggu yang diraih dari berbagai nomor. Khumairah menyumbang perak dari nomor speed WR putri U-19 serta perunggu di lead perorangan putri U-19. Sementara Muhammad Rasya Virhan Asyari meraih perunggu di nomor boulder putra U-17, dan Chyntia Zora Felisca mempersembahkan perak dari boulder putri U-19.

Di balik capaian itu, tim FPTI Bontang menghadapi sejumlah tantangan. Manajer tim, Rani Singgih, mengungkapkan bahwa waktu persiapan yang dimiliki atlet sangat terbatas, bahkan kurang dari satu bulan. Selain itu, keterbatasan sarana latihan di daerah turut menjadi kendala yang harus dihadapi para atlet.

“Kalau melihat kondisi persiapan yang cukup singkat dan fasilitas yang belum memadai, hasil ini sudah menunjukkan kemampuan terbaik anak-anak di lapangan,” ungkapnya, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 16 atlet diturunkan dalam kejuaraan tersebut, terdiri dari tujuh atlet putri dan sembilan putra yang berlaga di nomor lead, boulder, dan speed pada kelompok umur 13, 17, dan 19 tahun.

Meski target awal lima medali belum sepenuhnya tercapai, Rani menilai performa atlet tetap patut diapresiasi. Apalagi, tim juga tengah berada dalam masa transisi kepengurusan yang turut mempengaruhi proses pembinaan.

“Kami tetap bersyukur karena mereka bisa tampil maksimal. Ini jadi evaluasi penting untuk memperbaiki persiapan ke depan, terutama dari sisi pembinaan dan dukungan sarana,” tambahnya.

Ke depan, FPTI Bontang menaruh harapan besar pada peningkatan fasilitas latihan serta dukungan pendanaan agar pembinaan atlet bisa berjalan lebih optimal. Tingginya minat generasi muda terhadap olahraga panjat tebing dinilai menjadi peluang besar untuk mencetak atlet berprestasi.

“Minat anak-anak sebenarnya cukup tinggi. Tinggal bagaimana kami bisa mengimbangi dengan pembinaan yang lebih terstruktur dan fasilitas yang mendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet daerah tetap mampu bersaing di tingkat provinsi, meskipun dengan berbagai keterbatasan.

“Ini jadi sinyal positif bahwa potensi atlet muda kita sangat besar. Ke depan tentu perlu dukungan yang lebih konsisten agar prestasi seperti ini bisa terus meningkat,” tutupnya.

Lia Abdullah | Wong | ADV

Comments are closed.