Bupati Berau: Mutasi tak Bermaksud Mendzalimi Pejabat

oleh -165 views
Pelantikan pejabat di Berau.

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Sebanyak 120 orang pejabat administrator, pengawas, fungsional dan pejabat pimpinan tinggi pratama jajaran Pemkab Berau, Jum’at (11/10) pagi, diambil sumpah dan janji jabatannya di Balai mupakat oleh Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM. Acara tersebut dihadiri Sekda Berau, Ir M Gazali MM, kepala dinas, kepala bidang serta pejabat lainnya.

 

Pejabat yang dimutasi tersebut diantaranya, drg Totoh Hermanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), kini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, Aprido Piarso yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kini menjabat sebagai Aisisten II, bagitu juga Hj Maulidiyah  yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Dareah (Dispenda), kini menjabat sebagai kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

 

Selain itu juga ada pergeseran beberapa camat, diantaranya Anang Ardiansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Kelay, kini jabatan baru yang diembannya menjadi Camat Teluk Bayur. Syahrani yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub), kini dipercaya sebagai Camat Tanjung Redeb, sedangkan Anang Saprani yang sebelumnya di Kepala Bidang Hubungan Industral Disnakertrans, kini diberi tugas menjabat sebagai Camat Gunung Tabur.

 

Dihadapan pejabat jajaran Pemkab Berau, Bupati Berau, Muharram mengungkapkan bahwa mutasi ini sudah melaui berbagai pertimbangan dan penilaian – penilaian yang terbaik oleh tim Baperjakat. Sehingga tidak ada niatan sedikitpun Muharram mendzalimi pera pejabat yang dimutasi.

 

“Jadi mutasi ini benar – benar atas pertibangan dan penilaian oleh tim Baperjakat, jangan punya penilaian yang negatif terhadap saya, dan yang sudah menjabat lima tahun harus dimuatasi sesuai aturan . Karena itu tidak sedikitpun niatan saya untuk mendzalimi,” ungkapnya.

 

Diakuinya, sebelum penilaian Baperjakat final ada beberapa oknum pejabat yang menginginkan posisi jabatannya tidak dipindah, termasuk menginginkan agar ditempatkan apa yang diharapkan oleh oknum tersebut. Bahkan ada juga tokoh masyarakat yang mendatangi dirinya ke rumah dinas, agar camat yang diinginkan tokoh masyarakat ditempatkan di kecamatan yang dimaksud.

 

“Terus terang ada yang datang langsung ke saya, ada yang menginginkan ditugaskan sebagai camat di kecamatan yang diinginkan. Termasuk beberapa tokoh masyarakat, juga ada, yang mengingkan agar camat yang ditugaskan sesuai apa yang diinginkan. Tetapi sayang semua itu tidak bisa saya kabulkan, karena semua sudah menjadi keputusan Baperjakat, melalui berbagai pertimbangan dan penilian,” tegasnya.

 

Ditegaskan Muharram, antara jabatan kepala dinas dengan cabatan camat, lebih berat jabatan seorang camat. Sebab menurut Muharram, soarang camat lansgung berhadapan dengan masyarakat, yang berbeda pemahaman dan kualitas sumber daya manusianya, yang harus bisa dimomong, agar situasi dan kondisi di daerahnya selalau kondusif.

 

“Bahkan kalau boleh saya katakan jabatan camat adalah jabatan politis, karena seorang camat adalah seorang pemimpin di satu kecamatan. Karena itu camat dan istri harus bisa menjga prilakunya, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya,” terang Muharam.

 

Untuk itu Muharram mengajak para pejabat, baik yang baru dilantik maupun pejabat lainnya agar dapat menghindarkan diri dari hal – hal yang berkaitan dengan hukum, khususnya melakukan tindak pidana korupsi.

 

“Sebab bagaimanapun juga, ketika ajal menjemput, yang kita bawa hanya amal ibadah kita selama di dunia,” pungkasnya. #mar/adv