BeritaKaltim.Co

Sensus Penduduk “Door To Door” Turunkan 414 Petugas Sensus

BERITAKALTIM.CO- Sensus Penduduk 2020 atau SP2020 offline yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) secara door to door atau tatap muka dilakukan serentak, Selasa (1/9).

Data kependudukan ini bertujuan dalam menyediakan data jumlah, komposisi, dan karakteristik penduduk Indonesia sebagai dasar pembangunan daerah dan negara. Pendataan ini dilakukan tiap 10 tahun sekali.

Sebagai permulaan sensus penduduk door to door Badan Pusat Statistik menandatangi rumah dinas orang nomor satu di Balikpapan, yaitu Wali Kota Rizal Efendi di Jalan Syafruddin Yoes Balikpapan Selatan.

Dalam pendataan sensus penduduk, petugas BPS mengajukan enam pertanyaan sebagai keperluan pendataan penduduk. Di antaranya nama, tempat dan tanggal lahir, tempat tinggal, serta anggota keluarga. Dan proses pendataan berlangsung singkat, hanya memakan waktu sekitar 5-6 menit.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, sensus ini lanjutan dari sensus online yang dilakukan beberapa waktu lalu. Meski sudah dilakukan online, pendataan dengan mendatangi rumah warga tetap dilakukan untuk memastikan data.

“Di rumah ini kami yang terdata hanya dua orang sesuai dengan Kartu Keluarga (KK),” kata Rizal Effendi usai dilakukan pendataan, di kediamannya, Selasa (1/9/2020).

Saat proses sensus dilaksanakan, petugas BPS mengikuti protokol kesehatan covid-19.

“Bahkan mereka sebelum mendatangi rumah telah melakukan rapid test,” ucapnya.

Kepala BPS Balikpapan Achmad Zaini mengatakan, warga telah melaksanakan pengisian sensus penduduk online hingga 29 Mei. Balikpapan salah satu kota di Kalimantan Timur mencapai angka tertinggi capaian SP2020 online, yaitu mencapai 25,89 persen atau 165.219 jiwa, atau sebesar 96,97 persen dari target.

Petugas pendata dari BPS bersama pengurus RT memeriksa dan memverifikasi Daftar Penduduk (DP) hasil SP2020 Online yang sudah dicetak oleh BPS per Rukun Tetangga (RT) untuk memastikan mana penduduk RT tersebut yang sudah melakukan pengisian secara online dan mana yang belum.

“Termasuk penduduk yang diragukan oleh RT setempat, penduduk yang sudah pindah, atau penduduk baru serta penduduk yang sudah meninggal dunia,” kata Zaini usai pelaksanaan sensus penduduk.

Selanjutnya petugas pendata SP2020 bersama salah seorang petugas RT melakukan verifikasi lapangan.

Warga tidak perlu kuatir karena petugas sensus menggunakan alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan. Kegiatan sensus serentak dilakukan di semua daerah tanah air.

Warga diminta menjawab pertanyaan petugas sensus agar data yang diperoleh bisa akurat dan komprenhensif. Yang bisa dijadikan sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan perencanaan disegala bidang.

“Sehingga warga diminta menjawab pertanyaan petugas sensus agar data yang diperoleh lebih akurat dan komprehensif. Data tersebut nantinya sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan perencanaan di segala bidang,” terangnya.

Diketahui, jumlah petugas sensus sebanyak 414 orang. Masing-masing petugas akan mendata 650 KK, atau 664.202 jiwa dari 34 kelurahan di Balikpapan.

Di Balikpapan SP2020 dilakukan di 6 kecamatan dan 34 kelurahan serta 1.670 RT dengan target penduduk yang didata sebanyak 664.202 jiwa (Data penduduk Proyeksi 2020).

Dalam pelaksanaannya nanti, petugas sensus di Kota Balikpapan yang masuk pada zona 2 akan dilengkapi dengan perangkat alat yang lengkap, maupun pelindung diri pencegahan Virus Corona ( covid-19 ). #

Wartawan: Thina

Comments are closed.