BeritaKaltim.Co

30 Warga Damai Dapat Lapak Jualan di Pasar Ramadhan Balikpapan Permai

BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota Balikpapan pada bulan suci Ramadan 1442 H memberikan kelonggaran rekomendasi izin pelaksanaan kegiatan “Bazar Ramadhan”.

Pelaksanaan pasar ramadhan tahun ini menyesuaikan surat edaran yang diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan. Tetap menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu pasar ramadhan yang mendapatkan rekomendasi dari satgas penanganan covid-19 berada di Balikpapan Permai yang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.

” Pasar ramadhan ini inisiatif LPM Kelurahan Damai, yang memfokuskan warga sekitar untuk berjualan dilapak ini,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan yang sekaligus Ketua LPM Kelurahan Damai Fadillah seusai peninjauan Wali kota Balikpapan di pasar ramadhan, Kamis (15/4/2021).

Fadillah mengatakan, Pasar ramadhan ini diikuti oleh 30 lapak. Untuk sementara beban biaya sewa lapak disesuai dengan keinginan penyewa. “Kita gak menekan tergantung permintaan, kita dari LPM tidak memaksa,” urainya ketika ditemui awak media.

Politisi partai Golkar ini juga memaparkan pasar ramadhan ini melibatkan 23 anggota LPM sebagai satgas covid-19 dengan pembagian tugas masing masing.

“Kita bagi tiap hari 6 orang turun lapangan, ada yang cek suhu, ada yang semprot handsanitzer, ada petugas cuci tangan dan ditengah juga ada petugas,” papar anggota DPRD kota Balikpapan ini.

Dengan memberdayakan warga kelurahan damai, untuk menyewa lapak wajib menyerahkan KTP. Dan pasar ini beroperasi mulai jam 14.00-18.00 Wita. ” Jika sudah jam 18.00 WITA sudah tidak ada transaksi lagi,” terangnya.

Untuk pertama kalinya, pasar Ramadhan Balikpapan Permai ini mendapat inspeksi mendadak (Sidak) dari satgas covid-19 Baikpapan.

Dalam kunjungan ini, satgas covid-19 mengambil 17 sampel makanan dan minuman yang langsung diperiksa Loka POM dan semua memenuhi syarat sehat dan aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk berbelanja.

“Pak wali ambil beberapa sampel makanan dan minuman, yang diambil makanan minuman yang berwarna mencolok, takut ada zat pewarna,” ucap Ketua LPM Damai Balikpapan Kota ini.

Dijelaskannya, makanan minuman yang dijual di lapak terkadang juga menjadi kendala, karena makanan dan minuman ini kadang juga titipan.

“Jadi ketika ditanya, binggung tidak bisa menjamin ada zat lain-lainya, karena mereka tidak tahu,” beber wanita muda sinergi ini.

Dirinya menghimbau untuk penjual agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga pembelinya lebih baik jika mau berkunjung dijadwalkan lebih siang agar tidak terjadi kerumunan massa. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.