BERITAKALTIM.CO – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,2 mengguncang Haiti. Dilansir AFP, Minggu (15/8/2021), gempa tersebut merobohkan banyak bangunan. Mengguncang rumah-rumah, gempa membuat penduduk panik dan ketakutan berebut mencari selamat.
Pusat gempa berada di sekitar 100 mil (160 kilometer) di sebelah barat pusat Ibu Kota padat penduduk Port-au-Prince.
“Banyak rumah hancur, orang meninggal dan beberapa berada di rumah sakit,” kata Christella Saint Hilaire, 21 tahun, yang tinggal di dekat pusat gempa. “Semua orang di jalan sekarang dan guncangan terus datang,” lanjutnya.
Sistem Peringatan Tsunami A.S awalnya mengeluarkan peringatan tsunami pasca gempa tersebut. Namun kini peringatan tsunami tersebut sudah dicabut.
Korban gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,2 di wilayah barat daya Haiti bertambah lagi. Data terkini, korban tewas akibat gempa Haiti sudah 304 orang. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah.
Selain menewaskan 304 orang, gempa juga melukai 1.800 orang.
Perdana Menteri Ariel Henry mengatakan dia sedang mengirimkan bantuan ke daerah-daerah di mana kota-kota hancur dan rumah sakit kewalahan dengan pasien yang datang. Henry pun mengumumkan keadaan darurat selama satu bulan untuk seluruh negeri.
Dia juga mengatakan tidak akan meminta bantuan internasional sampai tingkat kerusakan diketahui. Menurutnya, berdasarkan laporan, beberapa kota hampir seluruhnya rata dengan tanah.
“Yang paling penting adalah memulihkan sebanyak mungkin orang yang selamat di bawah reruntuhan,” kata Henry.
“Kami telah mengetahui bahwa rumah sakit setempat, khususnya di Les Cayes, kewalahan dengan orang-orang yang terluka,” lanjutnya.
Pihaknya masih berupaya merawat semua korban yang terluka parah. Termasuk menyediakan makanan dan bantuan tempat tinggal sementara hingga dukungan psikologis para korban.
“Kebutuhannya sangat besar. Kami harus merawat yang terluka dan patah, tetapi juga menyediakan makanan, bantuan, tempat tinggal sementara dan dukungan psikologis,” katanya. (*)
Comments are closed.